1.075 Unit RTLH Diusulkan Tahun Ini

0
327
RUMAH warga di Kelurahan Sungai Lakam Timur, Kabupaten Karimun banyak yang tidak layak huni dan berharap dapat bantuan dari pemerintah. F-ALRION/tanjungpinang pos

Sampai Februari 2018, tercatat 1.075 unit rumah masuk dalam kategori tidak layak huni di Kabupaten Karimun.

KARIMUN – Setelah program rehab Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) terhenti tahun 2016 lalu, 1.075 unit rumah belum diperbaiki karena program rehab dihentikan.

”Saat ini ada 1.075 unit RTLH yang terdata, atau tertinggal belum dikerjakan setelah program rehab RTLH dihentikan. Ribuan rumah tersebut tersebar di Kecamatan Belat, Durai, Karimun, Kundur, Kundur Barat, Kundur Utara, Meral Barat dan Moro,” kata Rosmawati, Kadisperum KPK, Senin (19/2) kemarin.

Rumah yang belum direhab tersebut, tahun 2018 diusulkan pada program bantuan stimulan perumahan swadaya pada Kementerian PUPR. Usulan tersebut telah ditandatangani Bupati Karimun tahun 2017.

Usulan tersebut akhirnya masuk dalam daftar penambahan. Penambahan itu sebagai wujud keseriusan Pemkab Karimun untuk mewujudkan Bumi Berazam ini bebas dari rumah kumuh atau rumah tidak layak huni.

”Ada beberapa kendala dalam pelaksanaan pembenahan dan pembinaan. Kendala itu, diantaranya adalah terbatasnya anggaran yang dialokasikan untuk pembenahan rumah,” terang Rosmawati.

Ia menambahkan, pelaksanaan program bantuan perumahan swadaya tahun 2017 di Karimun berjalan sesuai dengan rencana Pemerintah. Hal itu dibuktikan, dengan hasil survei tim satuan kerja dari Kementerian PUPR Bidang Cipta Karya. Sehingga, pihak Kemen PUPR menerima kembali usulan tahun 2018.

Untuk tahun 2018, Karimun berharap semua usulan dapat direalisasikan. Kemudian akan dilanjutkan dengan usulan tahun 2019, hasil survei atau pemeriksaan tahun 2018. Termasuk penataan pemukiman kumuh untuk pembangunan drainase dan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Karimun.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here