1.335.277 Warga Kepri Sudah Rekam KTP

0
187
SARDISON MTP

DOMPAK – Sekitar 1.335.277 warga Kepri yang berusia 17 tahun ke atas sudah merekam data-data diri seperti, nama, alamat, status, foto, iris mata, sidik jari dan data lainnya di masing-masing Disdukcapil 7 kabupaten/kota di Kepri.

Berdasarkan data dari Ditjend Kependudukan dan Catatan Sipil Kemendagri, jumlah penduduk Kepri per 30 Juni 2017 sekitar 1.913.660 jiwa. Yang wajib KTP sekitar 1.318.086 jiwa.

”Kalau dilihat dari angka ini, maka warga yang sudah merekam data melebihi penduduk Kepri yang wajib KTP. Ini perlu kami jelaskan agar masyarakat tidak bingung,” ujar Sardison, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kependudukan dan Catatan Sipil (DPMD Dukcapil) Pemprov Kepri di Dompak, Jumat (11/1).

Untuk tahun 2018, kata dia, angka yang dipakai adalah data 30 Juni 2017 dari Ditjend Dukcapil Kemendagri. Dalam perjalanannya mulai Juli-Desember 2017 hingga Januari-Desember 2018, banyak penduduk pindah ke Kepri dan sudah memiliki KTP. Artinya, datanya sudah ada alias sudah merekam data diri di tempat asal.

Data ini masuk ke sistem, namun belum digabungkan dengan data per 30 Juni 2017 tersebut. ”Makanya, data penduduk yang sudah merekam data diri lebih 100 persen,” ungkapnya lagi.

Jika dilihat dari data 30 Juli 2017 lalu tersebut, maka jumlah penduduk Kepri yang masih terhitung usia di bawah 17 tahun sekitar 595.574 jiwa. Namun, angka ini terus berubah karena penduduk yang sebelumnya berusia 16 tahun, pada tahun 2018 lalu sudah berusia 17 tahun dan wajib rekam data.

Masih data yang sama, penyebaran penduduk Kepri mulai yang terbanyak sampai yang paling sedikit yakni, Kota Batam 1.071.231 jiwa. Karimun 246.522 jiwa. Tanjungpinang 216.084 jiwa. Bintan 153.675 jiwa. Lingga 100.243 jiwa. Natuna 80.558 jiwa dan Anambas 45.347 jiwa.

Sardison mengatakan, bagi penduduk yang akan berusia 17 tahun sebelum 17 April 2019 nanti, maka sebaiknya sudah merekam data diri Januari, Februari hingga Maret nanti.

Dengan demikian, pada bulan April KTP-el sudah bisa dicetak dan bisa memilih di Pemilu serentak, 17 April 2019 nanti.

”Kemendagri sudah menetapkan saat Pemilu nanti tidak bisa pakai suket (Surat keterangan). Harus pakai KTP-el. Makanya, kita sering mengimbau agar mereka yang akan berusia 17 tahun sebelum April sudah merekam datanya mulai dari sekarang,” jelasnya lagi.

Ia juga mengatakan, saat ini prosespencetakan KTP tidak lama. Blangko KTP sudah banyak stok di daerah. Warga tidak perlu khawatir. Yang masih memegang Suket, sebaiknya mengurusnya karena kemungkinanKTP-nya sudah dicetak.

Namun, dia juga heran karena server beberapa Disdukcapil di Kepri ada yang lelet atau bermasalah, sementara yang lain lancar. ”Disdukcapil Natuna misalnya, mereka bilang satu jam selesai mulai dari rekam hingga cetak. Tapi ada juga yang lelet,” ungkapnya dengan nada bertanya. (mas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here