1.377 Karung Bahan Peledak Diamankan Bea Cukai

0
624
PETUGAS Bea dan Cukai dari Kanwil DJBC Khusus Kepri memeriksa kapal bermuatan amonium nitrate asal Malaysia, kemarin. f-alrion/tanjungpinang pos

KARIMUN – Sekitar 1.377 karung amonium nitrat masing-masing berisi 25 Kg berhasil diamankan tim kapal patroli BC 20004 dari Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau (Kepri).

Senyawa yang juga bisa digunakan untuk bahan peledak ini diamankan dari atas kapal berbendera Indonesia di perairan Pulau Pengibu, Selasa (13/2) sore.

Kapal beserta muatan dan kru kapal telah sampai di dermaga Kanwil DJBC Khusus Kepri di Tanjung Balai Karimun. Kasus tersebut telah ditangani Bidang Penyidikan Barang Bukti Hasil Penindakan.

”Jumlah muatan sedang dihitung dan kru kapal telah dimintai keterangan lebih lanjut oleh penyidik,” kata Kakanwilsus DJBC Khusus Kepri, Rusmanhadi melalui Bagian Humas, RF Silalahi, kemarin.

Diterangkannya, Selasa 13 Februari 2018, tim patroli BC 20004 mendapatkan informasi bahwa pada pukul 08.30 WIB di koordinat 01o-33′-36” U/106o-17′-54” T terdapat satu kapal target bermuatan amonium nitrat yang diduga akan dibawa dari Malaysia menuju Kalimantan, Indonesia.

BC 20004 segera menuju koordinat tersebut dan pada pukul 10.30 WIB. Setelah sampai di koordinat yang dituju di perairan Pulau Pengibu, BC 20004 menjumpai satu kapal yang dimaksud. Lalu tim menghampiri kapal tersebut untuk melakukan pemeriksaan.

Hasil pemeriksaan kedapatan 1.377 karung @ 25 Kg Ammonium Nitrat pada Km Jaya Indah 08 dengan GT.22. Selesai melakukan pemeriksaan kapal tersebut dikawal menuju Kanwil Khusus DJBC Kepulauan Riau, Tanjung Balai Karimun beserta awak kapal yang berjumlah empat orang termasuk nakhoda guna proses lebih lanjut.

Modus operandi, mengangkut amonium nitrate dari Malaysia tujuan Kalimantan, Indonesia tanpa dilindungi dokumen yang sah. Didapati Jumlah total muatan dan perkiraan nilai barang 1.377 karung @ 25 Kg dengan harga sekitar Rp 5.163.750.000 sesuai dengan harga pasaran.

Kerugian immateriil, amonium nitrate sebagai bahan peledak berpotensi membahayakan pertahanan dan keamanan negara dan amonium nitrate berpotensi dapat merusak lingkungan hidup. Dilakukan Penyidikan tindak pidana kepabeanan atas pelanggaran Pasal 102 huruf a Undang-undang Kepabeanan dengan tersangka (Y).

Dengan barang bukti sejumlah satu kapal KM Jaya Indah 08 akan dilakukan pelelangan pada tahap penyidikan, barang bukti amonium nitrat sejumlah 1.377 karung @ 25 Kg akan dilakukan pengamanan di dalam gudang Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau menunggu proses lebih lanjut.

Sebagaimana diketahui, amonium nitrat adalah suatu senyawa kimia yang merupakan garam nitrat dari kation amonium. Senyawa ini memiliki rumus kimia NH4NO3, disederhanakan menjadi N2H4O3.

Senyawa ini adalah padatan kristal putih dan sangat larut dalam air. Senyawa ini utamanya digunakan dalam pertanian sebagai pupuk kaya-nitrogen. Penggunaan utama lainnya adalah sebagai komponen campuran peledak yang digunakan dalam konstruksi pertambangan, penggalian, dan konstruksi sipil.

Senyawa ini adalah penyusun utama ANFO, sebuah industri peledak populer yang menyumbang 80% bahan peledak yang digunakan di Amerika Utara. Formulasi serupa telah digunakan dalam alat peledak terimprovisasi. Banyak negara menghapusnya dalam aplikasi konsumen karena kekhawatiran akan potensi penyalahgunaannya. (yon/net)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here