1.746 Personel Amankan Lebaran

0
598
PJ Wako Tanjungpinang Raja Ariza dan Kapolres AKBP Ucok Lasdin Silalahi memeriksa pasukan pengamanan lebaran, kemarin.f-raymon/Tanjungpinang pos

Aparat kepolisian dari Polda akan menurunkan sebanyak 1.746 petugas dalam Operasi Ketupat 2018 dan pengamanan lebaran. Petugas akan bersiaga di wilayah kerja Polda Kepri dalam mengamankan arus mudik hingga lebaran. Mereka akan melakukan pengawasan juga di titik-titik rawan. Operasi Ketupat 2018 akan berlangsung selama 18 hari, mulai 7-24 Juni 2018.

Apel siaga dalam Operasi Ketupat 2018 berlangsung, Rabu (6/6) di Engku Putri, Batam Centre. Selain para aparat keamanan yang memenuhi lapangan itu, hadir juga Gubernur Kepri H Nurdin Basirun, Wali Kota Batam HM Rudi, Ketua DPRD Kepri Jumaga Nadeak bersama unsur FKPD yang lainnya.

Unsur FKPD juga berkesempatan pada kesempatan itu meninjau kesiapan aparat kemanan di barisan depan panggung. Apel Operasi Ketupat sendiri dipimpin Kapolda Kepri, Irjen Pol Didid Widjanardi.

Baca Juga :  Batam-Pulau Bawah Diterbangi Sea Plane

Didid menyampaikan, apel tersebut untuk menunjukkan kesiapan aparat dalam mendukung Operasi Ketupat 2018 hingga selesai. ”Operasi Ketupat 2018 ini berlangsung selama 18 hari dengan melibatkan 1.746 personel pengamanan gabungan yang terdiri dari TNI/Polri dan pemerintah,” kata Didid.

Menurutnya, selain kesiapan personel yang diperlihatkan melalui apel itu, juga dilihat kesiapan sarana prasarana pendukung keamanan. Sehingga dapat mendukung menciptakan kondisi Hari Raya Fitri yang aman dan nyaman bagi masyarakat. ”Kita harapkan dan kita jaga agar keamanan hari raya Idul Fitri terjamin. Ini sudah diamanahkan Kapolri,” tegasnya.

Diungkapkannya, kesiapan yang harus dimiliki dalam menghadap persoalan yang bisa terjadi. Dimana, ada beberapa kerawanan yang harus diantisipasi selama musim Idul Fitri.

Baca Juga :  Kanreg BKN Jadi Ketua Pansel

Dimana, diingatkan soal kerawanan pangan. Untuk ini diakui sudah ada satgas pangan yang akan bertindak dalam membantu. ”Ini terkait ketersediaan dan gejolak harga yang tidak wajar,” jelasnya.

Menurutnya, TNI/Polri dan pemerintah daerah akan bersatu untuk memastikan distribusi pangan. Sehingga sampai ke masyarakat dan tidak menimbulkan persoalan ke depan. ”Kami ingin distribusi pangan menjelang lebaran tetap terselenggara dengan baik. Jangan terjadi kelangkaan pangan di suatu pulau. Jika terjadi kelangkaan, agar segera diantisipasi,” kata Didid.

Kemudian, pengamanan masyarakat dari kejahatan konvensional yang kerap marak jelang Lebaran. Kejahatan tersebut seperti copet, jambret, curas hingga perampokan rumah kosong. ”Ini penting diantisipasi. Semua harus bersama-sama mengantisipasi kejahatan di sini,” imbaunya.

Baca Juga :  Proyek Teluk Keriting Terkendala

Selanjutnya, terkait situasi Kepri yang dikelilingi ribuan pulau. Kemudian dalam rangka menghadapi situasi mobilitas pergerakan masyarakat menjelang lebaran akan meningkat. Untuk itu diharapkan bisa mengantisipasi kelancaran, keamanan, ketertiban dan keselamatan.

”Saya juga mengimbau semua lapisan masyarakat untuk dapat meningkatkan kewaspadaan. Mengamati ketidak kewajaran seseorang yang dicurigakan. Apabila terjadi sesutu harus diantisipasi dengan cepat dilaporkan,” imbuhnya. (mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here