1.899 Pekerja Batam Kompeten

0
405
Sertivikasi karyawan: Ribuan pekerja mendengarkan arahan dari Pemko Batam setelah mengikuti pelatihan dan ujian sertivikasi wartawan (kiri). Wali Kota Batam Rudi SE menyerahkan sertivikat ke salah satu perwakilan pekerja, Rabu (18/10). f-istimewa/humas pemko batam

BATAM – Kini ada 1.899 pekerja di Kota Batam yang sudah memiliki sertifikat kompetensi peningkatan tenaga kerja. Serttifikat itu dikeluarkan setelah 1.899 pekerja itu mengikuti ujian dan pelatihan, hingga dianggap kompeten.

Sertifikat kompetensi itu diserahkan secara simbolis oleh Wali Kota Batam, HM Rudi kepada perwakilan pekerja. Sertifikat kompetensi ini diserahkan kepada pekerja di bidang pariwisata sebanyak 780 orang, bidang perhotelan 565 orang, bagian HRD 65 orang dan di bidang industry 339 orang dan industry (internasional) 150 orang.

Penyerahan sertifikasi itu dilakukan, Rudi, Rabu (18/10) di Vista Hotel. Pada kesempatan itu, Rudi mengajak agar pekerja yang telah memiliki sertifikat kompetensi untuk dapat memanfaatkan keahlian yang dimiliki. Untuk keahlian yang dianggap masih kurang, Wako mengimbau agar pekerja mengupgrade diri sendiri.

”Kuasai Bahasa Inggris. Dengan begitu kalian bisa bersaing dan bekerja di luar negeri ditambah dengan kompetensi yang kalian miliki,” kata Rudi.

Dia mendorong agar pekerja tidak hanya mencari kerja di daerah saja, namun juga bisa ke luar negeri. Dimana kemajuan Batam menurutnya berada di tangan pekerja, sehingga Wako juga mengajak agar pekerja dapat menjaga Batam agar tetap kondusif. ”Pekerja jangan menyampaikan informasi yang tidak benar melalui media social,” imbaunya.

Hal tersebut diakui akan berdampak pada kondisi Batam, terlebih informasi yang disampaikan belum tentu kebenarannya. ”Pikirkan kepentingan bersama, jangan kalian hanya memikirkan kepentingan pribadi. Mari kita membangun Batam, jangan saling menyalahkan,” sambungnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja, Rudi Sakyakirti mengatakan untuk kegiatan sertifikat kompetensi tersebut menghabiskan anggaran mencapai Rp15 miliar. Anggaran tersebut berasal dari pengurusan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) tahun 2017 sebesar Rp23,8 miliar. Rencananya pada tahun 2018 mendatang akan dilatih sebanyak 2.400 pekerja.

”Semoga dengan diberikannya sertifikat kompetensi ini, maka dapat mendorong dunia pariwisata di Kota Batam,” ujarnya.

Rudi juga mengingformasikan bahwa aka nada tiga perusahaan di kawasan industry Muka Kuning yang akan tutup. Begitu juga di kawasan industry Batu Ampar terdapat satu perusahaan yang akan tutup. Diakuinya perusahaan tersebut sudah bertemu dengan Disnaker dan menurutnya Disnaker akan memfasilitasi.

”Kita akan fasilitasi. Seperti PT Sanmina, kita sudah dua kali berunding dan kita akan fasilitasi sampai permasalahannya selesai,” katanya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here