10 Kampung Siapkan Menu Spesial

0
734
PERAHU HIAS: Sejumlah peserta dengan perahu hias masing-masing saat berada di Sungai Carang dalam pagelaran FSC tahun 2016 lalu. f-adly bara/tanjungpinang pos

Lomba Perahu Hias Dibatasi 30

TANJUNGPINANG – Masyarakat Kepri khususnya Tanjungpinang antusias menyambut event Festival Bahari Kepri (FBK) 2017. Banyak rangkaian acara yang akan dilaksanakan mulai 13-22 Oktober. Apalagi, Festival Sungai Carang (FSC) menjadi rangkaian utuh FBK. Sehingga, acaranya makin banyak dan spektakuler.

Di FSC, ada beberapa kegiatan yakni, Kuliner 10 Kampung yang disejalankan dengan tiga acara lainnya yaitu Festival Drumben antarpelajar se Kepri, Lomba Perahu Hias Sungai Niagar dan Pembacaan Gurindam 12.

Sementara yang mendaftar Lomba Perahu Hias Sungai Niaga juga sudah banyak yang mendaftar. Namun, pesertanya dibatasi hanya 30 saja. Pembacaan Gurindam 12 digelar, Selasa (17/10) di kawasan Tepilaut. Untuk Kuliner 10 Kampung di Pusatkan di Anjung Cahya, sedangkan Festival Drumben dan Gurindam 12 di Gedung Daerah, Tanjungpinang serta Parade Kapal Hias di Sungai Carang.

Antusias masyarakat menyambut berbagai event ini mulai terasa. Setidaknya ini yang mulai ditunjukkan oleh warga Kampung Bulang dan Kelurahan Tanjungunggat untuk menyukseskan berbagai kegiatan yang akan dilaksanakan di FBK.

Lurah Kampung Bulang, Roni Syafutra menuturkan, setiap tahun mereka terlibat dalam Kuliner 10 Kampung karena masuk dalam kawasan tersebut. Sembilan daerah lainnya yaitu Kota Piring, Kampung Melayu, Tanjungunggat, Kampung Tambak, Kampung Bugis, Gudang Minyak, Senggarang, Teluk Keriting dan Penyengat.

Menjadi kebanggaan dan tentunya berupaya menyuguhkan makanan khas Melayu untuk masyarakat nantinya. ”Terkait menu yang disiapkan masih akan dirapatkan bersama Kelompok Sadar Wisata yang kebetulan anggota masuk menjadi tim PKK Kelurahan Kampung Bulang dan akan menyaipkan menu spesial,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos yang merencanakan rapat bersama Kelompok Sadar Wisata, Jumat (13/10) besok.

Hal ini dilakukan mengingat, Kampung Bulang merupakan salah satu kawasan yang berasal dari 10 kampung yang ada di sekitar Sungai Carang. Begitu juga dengan Kelurahan Tanjungunggat. Pihaknya, kembali akan membahas terkait menu masakan yang akan dijual nantinya. ”Khas Melayu tentunya,” ungkap Said kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (11/10).

Terkait biaya masak, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kepri, menuturkan, setiap kampung diberikan modal pertama senilai Rp 1 juta. ”Ini hanya modal pertama, tetapi setiap menu makanan yang kalau nantinya dapat diklaim ke Dispar akan dibayar. Semakin banyak dijual maka semakin banyak dapat,” ungkapnya. Dengan bantuan modal tersebut, diharapkan tidak membebani masyarakat atau setiap kampung. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here