10 Tahun Tanpa Konversi Mitan Ke Gas

1
1122
PERIKSA PASUKAN: Gubernur Kepri H Nurdin Basirun memeriksa pasukan saat jadi inspektur upacara pada peringatan HUT Bhayangkara ke-71 di Lapangan Engku Putri, Batam Centre, Kota Batam, Senin (10/7). (Berita terkait hal 3)

Akhirnya, Warga Karimun Nikmati Elpiji 3 Kg

Dari tujuh kabupaten/kota di Kepri hanya sebagian yang menikmati subsidi gas 3 Kg yakni Batam, Bintan dan Tanjungpinang menyusul Karimun tahun ini.

DOMPAK – PADAHAL, Kepri merupakan ladang minyak dan gas. Namun, setelah 10 konversi minyak tanah (mitan) ke gas 3 Kg dilakukan, barulah Karimun bisa menikmatinya. Sedangkan tiga daerah lainnya di Kepri belum menikmati gas subsidi ini. Berdasarkan informasi dari Dinas Pertambangan, Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kepri, belum ada program pemerintah pusat untuk konversi minyak tanah di Natuna, Lingga dan Anambas (NAL) tahun 2017 ini.

”Tahun ini baru konversi di Karimun. Tapi tabungnya belum datang. Kuota tabung 3 Kg tahun ini 4.090,” ujar Rio, Kasi Energi Dinas ESDM Pemprov Kepri kepada Tanjungpinang Pos, Senin (10/7). Khusus untuk NAL, kuota minyak tanah tetap ada tahun ini lantaran belum ada program konversi di sana. Kini, masyarakat NAL dan Karimun masih menggunakan minyak tanah dan gas 12 Kg nonsubsidi. Mereka belum menikmati subsidi dari APBN tersebut.

Baca Juga :  Mengocok Perut dan Menyatukan Warga

Saat ini, harga gas 12 Kg di daerah Natuna sekitar Rp 140 ribu hingga Rp 150 ribu per Kg atau sekitar Rp 12 ribu hingga Rp 13 ribu per Kg. Sementara harga gas 3 Kg sekitar Rp 18 ribu per tabung atau sekitar Rp 6 ribu per Kg. Rio menjelaskan, tahun 2017 sudah ada kuota tabung 3 Kg untuk kabupaten/kota di Kepri yakni Bintan 5.409, Batam 33.649, Karimun 4.090 dan Tanjungpinang 5.993.

Terkait kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kepri tahun 2017, ESDM Pemprov Kepri belum bisa merilis semua jenisnya. ”Data yang ada baru untuk minyak tanah dan solar. Sedangkan data kuota bensin belum masuk dari Pertamina,” tambahnya.

Adapun kuota solar Batam 2017 49.738 kilo liter. Tanjungpinang 14.821 kilo liter. Bintan 22.468 kil liter. Karimun 17.319 kilo liter solar dan 14.897 kilo liter minyak tanah. Natuna 6.923 kilo liter solar dan 3.049 kilo liter minyak tanah. Anambas 5.466 kilo liter solar dan 1.617 kilo liter minyak tanah. Serta Lingga 7.680 kilo liter solar dan 6.629 kilo liter minyak tanah.

Baca Juga :  Ada Waktu, Ansar Ahmad Mengajarkan Pembuatan Sanitizer di Panti Asuhan

Terkait kebutuhan elpiji 3 Kg tahun 2016 di Bintan, Batam dan Tanjungpinang, secara keseluruhan kuotanya naik 5 persen dibandingkan tahun lalu. Kuota elpiji 3 Kg di tiga kabupaten/kota ini tahun 2016 sekitar 42.796 metric ton. Sedangkan kuota tahun tahun 2017 ini menjadi 44.467 metric ton. Tahun 2016, realisasi elpiji di Batam selama setahun itu sebanyak 10.588.520 tabung atau sekitar 31.766 metric ton.

Tanjungpinang menghabiskan 2.308.080 tabung atau sekitar 6.924 metric ton. Bintan menghabiskan 1.205.872 tabung atau sekitar 3.618 metric ton. Jika ditotal, jumlah tabung gas yang dihabiskan selama 2016 di tiga kabupaten/kota tersebut sebanyak 14.102.472 tabung atau sekitar 42.307 metric ton. Sedangkan BBM yang dihabiskan di Kepri selama 2016, solar sekitar 142.602 kilo liter. Premium sekitar 384.380 kilo liter dan minyak tanah sekitar 24.996 kilo liter. Ia menjelaskan, kebutuhan pemakaian migas di Kepri bervariasi setiap triwulan. Hal ini salah satu yang menjadi kelemahan pengawasan pemerintah di setiap daerah terhadap konsumsi migas saat ini.

Baca Juga :  Tewas Ditikam Pencuri Kotak Infaq

”Tahun ini 2017 ini saja, kami harus menaikkan kuota pemakaian migas itu dari realisasi 2016 hanya 42.308 metric ton naik menjadi 44.467 metric ton,” jelasnyanya lagi. Menurut dia, selama kurun waktu satu tahun, realisasi pemakain Migas dari setiap kabupaten dan kota tercatat yang paling banyak adalah Kota Batam selama 2016, kuota realisasi pemakaian sebesar 84 persen atau sekitar 219 ribu. Sedangkan kabupaten Kepulauan Anambas paling terendah 3 ribu lebih.(SUHARDI)

Loading...

1 KOMENTAR

  1. Asslm…
    Bapak/Ibuk Yth.
    Kapan ya???
    Belum ada muncul…
    2017 akan menjalankan program subsidi tabung 3kg….
    2018 masuk tapi belum kunjung datang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here