104 DESA Belum Ada Listrik

0
785
H Amjon

TANJUNGPINANG – Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Pemprov Kepri Amjon, menyampaikan sekitar 104 desa dari 275 desa di wilayah Kepri yang selama ini belum dialiri listrik mulai tahun 2018 akan terang benderang, karena sudah dialiri listrik PLN.

”Kita minta PT PLN wilayah Riau Kepri, memberikan tambahan notasi dan mesin. Kita minta kepala desa di setiap daerah yang wilayah tempat tinggalnya belum di aliri listrik, supaya cepat menyurati,” jelasnya, kemarin. Target 100 lebih desa se-Kepri mulai Desember mendatang sudah bisa teraliri listrik. Hal ini merupakan program jangka pendek Gubernur Kepri. Karena setiap dirinya turun ke suatu daerah, sering mendapatkan keluhan masalah minimnya sarana listrik, yang masih ada saat ini mayoritas nyala tidak sampai 24 jam.

Baca Juga :  Kapolres Silaturahmi dengan Warga Sekitar

”Jadi ESDM itu bukan pengadaan mesin. Tapi kami mengajukan permohonan ke PLN untuk menambah daya listrik di 100 desa yang tersebar di tujuh kabupaten kota. Untuk kategorinya ada yang 0 sampai 14 jam. Ada yang 14 jam ke 24 jam. Ada yang jaringan ditambah, ada yang trafo ditambah,” jelasnya. Saat ini sudah ada yang mulai start, seperti di daerah Pulau Mepar, Dabo. Pokoknya target Desember 2017 seratus pulau ini sudah terlistriki.

Terpisah, Manager Umum dan SDM PT PLN (Persero) Wilayah Riau dan Kepri Dwi Surya Abddillah, membenarkan informasi tersebut sedang di up grade kembali oleh Pemprov Kepri sampai target 2019 selesai dibangun. Tahun 2017 ini, secara bertahap 104 desa tadi disusun pembangunannya yang akan dilakukan ber tahap sampai berakhir 2019 mendatang. Begitu pun daerah yang masih menyala 7 jam akan dinaikkan menjadi 24 jam.

Baca Juga :  Mesin PLN Terbakar

”Misalnya di Palmatak, itu sudah nyala 24 jam,” tambahnya. Saat ini kondisi listrik di Kepri ada tiga daerah besar yang menjadi prioritas utama PT PLN. Pertama, Pulau Bintan sudah satu sumber dengan listrik di Pulau Batam. Dan kondisinya saat ini, beban puncak 70 Mega Watt untuk Pulau Bintan. Namun sempat turun sampai menyentuh angka 45 Mega Watt karena ada gangguan teknis.

Untuk di Tanjungbalai Karimun, daya mampu sudah 32 mega watt, sementara beban puncak 26 mega watt.  Selanjutnya di Natuna kemampuan PLN saat ini ada sekitar 8 mega watt, beban puncak adalah 4,5 mega watt. Pulau Natuna, ada penambahan kapasitas dalam rangka mendukung proyek pembangunan SPKT Selat Lampa untuk penyimpanan hasil tangkapan ikan nelayan.

Baca Juga :  Anjing Pelacak Endus Barang Asal Malaysia

”Tahap pertama disiapkan sekitar 5 mega watt,” tambahnya. Untuk 20 desa di Pulau Singkep dan Lingga daya mampu di sana baru 3,5 sampai 4 mega watt, selama ini pelanggannya ada sekitar 5 ribu.  Di samping itu, ada juga di Siantan Anambas. Daya mampu berkisar 6 mega watt baru terpakai sekitar 4 mega watt beban puncak. Artinya, kalau dilihat pulau besar, untuk kapasitas masih sangat cukup.

”Jadi kalau warga membutuhkan listrik silahkan ke PLN,” terangnya demikian memastikan 2019 sudah bisa dialiri listrik.  ”Kita dukung rencana pemprov untuk masyarakatnya ini,” timpalnya. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here