11 Calon Jamaah Umrah Gagal ke Tanah Suci

0
325
PIHAK Imigrasi Tanjungpinang saat memberikan penjelasan terkait gagalnya keberangkatan 11 jamaah umrah, kemarin. f-raymon/tanjungpinang pos

Agen PT Hanna Travelindo Tak Terdaftar di Kemenag Kepri

Niat hati belasan orang warga Tanjungpinang hendak menunaikan ibadah umrah ke Tanah Suci akhirnya gagal. Travel yang mereka percayai tidak bisa menyediakan tiket dan paspor.

TANJUNGPINANG – 11 calon jamaah umrah yang hendak diberangkatkan travel PT Hanna Travelindo Bintan gagal berangkat dari Pelabuhan Domestik Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang. Pihak agen travel tidak punya tiket keberangkatan dan paspor.

Kepala Unit Pendaratan Imigrasi Tanjungpinang, Daniel Maxrinto mengatakan, Rabu (18/4) kemarin siang, pihaknya mendapat telepon dari pihak travel bahwa ada 11 orang calon jemaah umrah yang mau berangkat melalui Pelabuhan SBP Tanjungpinang dan meminta bantuan dirinya untuk mencegah mereka.

”Tetapi saya katakan kepada agennya tidak bisa seperti itu dan saya minta pihak agen travel ini untuk mendatangi saya supaya jelas,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/4).

Karena diminta datang, pihak travel atas nama Syakila dari PT Hanna Travelindo datang menemuinya dan mengatakan ada 11 calon jemaah yang hendak berangkat. Namun ia meminta ke pihak travel untuk dapat mengajukan berkas dan dokumen. Namun tidak bisa menunjukkannya.

”Ibu Syakila katakan itu dokumennya masih di travel dan tiketnya juga tidak ada. Selain itu juga agen mengatakan sebenarnya mereka takut ada kendala di sana dan takut mereka terlantar di luar negeri karena masa berlaku visanya sudah mau habis,” sebutnya.

Seluruh calon jemaah umrah ini berada di ruang tunggu Pelabuhan Domestik SBP Tanjungpinang sejak pagi dan sampai sore atas inisiatif calon jamaah sendiri. Mereka merasa akan diberangkatkan kemarin oleh pihak travel. ”Ke-11 calon jemaah ini berada di pelabuhan atas inisiatif mereka saja, karena ada dari agen yang akan memberangkatkan mereka,” sebutnya.

Ia melanjutkan, pihaknya tidak melakukan pencegahan terhadap 11 orang jemaah umrah dari travel PT Hanna Travelindo dengan alasan visa mereka expired.  Imigrasi hanya memberikan solusi dan pengertian kepada 11 calon jemaah atas permintaan dari pihak travel sendiri.

”Kita tidak ada mencegah, tetapi kita membantu untuk memberikan solusi dan pengertian kepada 11 calon jemaah karena ditakutkan ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di pelabuhan ini,” tuturnya.

Daniel menjelaskan, sebenarnya yang namanya pencegahan itu, ketika orang tersebut hendak berangkat ke luar negeri dan masuk ke ruang pemeriksaan Imigrasi. Tetapi ini agen PT Hanna Travelindo belum sama sekali menyerahkan dokumen-dokumen 11 calon jemaah itu ke mereka. ”Kita mendatangi mereka untuk memberikan solusi dan pengertian karena atas permintaan dari agennya,” jelasnya.

Daniel menegaskan, pada prinsipnya di undang-undang Imigrasi, bahwa Imigrasi Tanjungpinang tidak memiliki hak untuk menghalangi-halangi dan mencegah visa negara lain, walaupun visa mereka akan berakhir dua atau tiga hari lagi. ”Kita tidak berwenang memeriksa visa luar negeri kecuali visanya Indonesia,” ujarnya.

Tidak Berizin
Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah, Kanwil Kemenag Kepri, Subadi memastikan, PT Hanna Travelindo yang gagal memberangkatkan belasan calon jemaah umrah ke Tanah Suci tidak mengantongi izin resmi di Kemenag Kepri. ”Saya sudah cek di data kami, travel tersebut tidak ada izin di Kanwil Kemenag Kepri,” tegas Subadi kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (18/4).

Setelah kejadian Selasa (17/4) lalu, pihak Kemenag kepri langsung bergerak cepat menelusuri legalitasi kantor operasional travel tersebut. Menurut Subadi, saat pihaknya menelusuri informasi ke berbagai sumber, bahwa kantor pemasarannya terletak di Batu 16 arah Tanjunguban. ”Maka saya turun langsung ke lokasi untuk memastikan keberadaan travel tersebut,” jelas Subadi.

Lebih lanjut, Subadi berpesan, atas kejadian ini agar ke depan masyarakat luas agar mendaftar ke travel yang berizin resmi dari Kementerian Agama (Kemenag). Atau sebelum mendaftar bisa konsultasi ke Kemenag kabupaten/kota. ”Untuk data travel yang berizin sudah pernah kami sampaikan secara resmi di media, agar masyarakat luas paham masalah tersebut,” terangnya demikian.

Harus Waspada
Kakanwil Kemenag Provinsi Kepri, H. Marwin Jamal mengimbau kepada calon jamaah umrah untuk lebih hati-hati dalam memilih Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umroh (PPIU) atau yang lebih dikenal dengan travel umrah. Hal tersebut dikatakannya saat dimintai komentarnya tentang 11 jamaah yang gagal berangkat umrah oleh PT. Hanna Travelindo yang beralamat di Km. 16 Tanjung Uban, Bintan.

Marwin lebih lanjut mengatakan harus ada kepastian sesuai dengan lima pasti umrah yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama RI yakni, Pastikan Travel Berizin, Pastikan Penerbangan dan Jadwal Keberangkatan, Pastikan Program Layanannya, Pastikan Hotelnya, dan Pastikan Visanya.

”Belakangan ini sedang terjadi beberapa travel umrah yang gagal memberangkatkan jamaahnya karena berbagai sebab. Oleh karena itu saya minta agar hati-hati,” ujar Marwin Jamal di Kanwil Kemenag Kepri Jalan Daeng Kemboja Km. 15 Tanjungpinang, Rabu (18/4).

Subadi mengatakan PT. Hanna Travelindo belum memiliki izin sebagai PPIU dari Kemenag. ”Setelah kami melakukan pengecekan di lokasi ternyata PT. Hanna Travelindo belum memiliki izin sebagai PPIU dan hanya sebagai konsorsium dari PT. AtTiin Nabila Tour yang beralamat di Cibubur Jakarta Timur dan memang PT. Attiin Nabila Tour sudah mengantongi izin sebagai PPIU dari Kemenag,” ucap Subadi.

Subadi menambahkah PT. Hanna Travelindo sendiri berinduk di Kecamatan Batuaji Kota Batam. Untuk menarik calon jamaah umrah maka dilakukanlah perekrutan jamaah ke Bintan.

”Kemenag sudah melakukan pembinaan atas peristiwa ini dan kami meminta kepada travel tersebut untuk segera membuat izin resmi sebagai PPIU dari Kemenag agar jamaah memiliki kepastian berangkat ke Tanah Suci karena PT. Hanna Travelindo hanya berizin sebagai biro perjalanan wisata,” jelas Subadi.

Subadi lebih lanjut mengharapkan agar umat Islam lebih selektif dalam memilih PPIU dengan memastikan terlebih dahulu apakah PPIU yang bersangkutan berizin atau tidak. ”Pastikan travelnya berizin PPIU dari Kemenag atau masyarakat bisa bertanya ke Kemenag terdekat agar tidak terjadi hal-hal yang merugikan bagi jamaah,” ujar Subadi.

”Kami sudah ke lokasi tadi pagi, dan memang benar ada 11 jamaah yang visanya sudah hampir habis. Visa jamaah tersebut hanya tersisa dua pekan sehingga tidak cukup untuk melakukan perjalanan ibadah umrah sesuai jadwal,” ujarnya lagi.(SUHARDI-RAYMON)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here