114 Mahasiswa STAIN-SAR Belajar Urus Jenazah

0
236
DARI kiri Fadhila Yonata, M.Pd, Saepudin, M.Ag, Hj. Mukaromah, M.Pd saat menyampaikan materi Fardhu Kifayah kepada mahasiswa/i STAIN-SAR Kepulauan Riau. f-istimewa

BINTAN – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepulauan Riau, menggelar pelatihan dan praktik penyelenggaraan jenazah atau Fardhu Kifayah, Sabtu (7/9) pekan lalu.

Kegiatan ini diikuti oleh 114 mahasiswa sebagai syarat mengikuti kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) yang akan diselenggarakan 16 September mendatang.

Kegiatan ini dibimbing langsung oleh Ustaz Saepuddin, M.Ag sebagai narasumber yang sekaligus Kepala Panduan Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (P3M) dan dosen di Kampus STAIN.

Pelatihan tersebut dimulai dengan ceramah materi yang berkaitan dengan salah satu Fardhu Kifayah bagi orang yang sudah wafat yaitu tentang tata cara mensalatkan jenazah. Wakil Ketua III STAIN-SAR Kepri, H. Fahmi Fikri, S.Ag.,M.Si menegaskan kepada mahasiswa agar serius memperhatikan para narasumber menyampaikan materi.

”Mengurus jenazah hukumnya Fardhu ‘Ain, kita harus memahami cara mengurus jenazah yang benar. Mulai dari orang tersebut meninggal dunia dengan dimandikan, dikafankan serta disalatkan lalu dimakamkan,” ujar Fahmi Fikri.

Sementara Hj. Mukaromah, M.Pd selaku ketua pelaksana mengatakan, tujuan pelatihan dan praktik penyelenggaraan jenazah ini tidak hanya sekedar menjadi syarat mengikuti KKN. Namun, juga sebagai bekal mahasiswa nantinya saat hidup bemasyarakat.

”Harapan kampus ke depannya mahasiswa STAIN-SAR Kepri mampu menguasai ilmu mengurus jenazah yang baik dan benar,” ungkapnya lebih lanjut.

Ia menambahkan, untuk memperdalam ilmu mengurus jenazah ini setiap satu kali dalam seminggu labor Ilmu Alquran dan Tafsir menyelenggarakan bimbingan dan praktik Fardhu Kifayah. Selain itu, mahasiswa dari program studi lain juga bisa mengikuti bimbingan tersebut.

”Mudah-mudahan dengan mengikuti pelatihan ini, dapat bermanfaat bagi mahasiswa sebagai bekal pengetahuan mereka kelak pada masa yang akan datang. Terlebih, pelatihan ini sangat penting bagi mahasiswa, ketika nanti setelah lulus akan bermanfaat saat terjun di masyarakat,” tambah Hj Mukaromah. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here