116 Orang Terkapar

0
313
TERKAPAR: Seratusan santri terkapar usai makan nasi kotak di Karimun, Sabtu (22/7) lalu (inset). Hingga, Minggu (23/7) masih ada yang dirawat di rumah sakit. f-alrion/tanjungpinang pos

Keracunan Nasi Kotak

Usai makan nasi kotak, seratusan santri Pondok Pesantren Hidayahtulah dan Pondok Pesantren Bustanul Adzkia Muhammadiyah sakit perut, mual dan muntah-muntah.

KARIMUN – BARU beberapa jam setelah makan nasi kotak itu, sekitar 110 santri dari Pondok Pesantren Hidayahtulah dan Pondok Pesantren Bustanul Adzkia Muhammadiyah serta 6 warga langsung terbaring satu per satu karena kesakitan. Akhirnya, mereka dilarikan ke RSUD Muhammad Sani dan RS Bakti Timah, Sabtu (22/7) sore. ”Anak-anak selepas makan siang atau bada Zuhur pada Sabtu siang lalu,” kata Mujarab, orangtua seorang santri yang mengalami keracunan makanan di RSUD Muhammad Sani pada, Sabtu malam.

Makanan yang dimakan santri berasal dari sumbangan Rosman. Nasi bungkus itu berisi ayam, telur dan sambal. Setelah 2 jam selesai makan, santri mengeluhkan sakit dan muntah-muntah. Melihat anak-anak santri kesakitan dan muntah-muntah, pengasuh pondok pesantren memberikan air kelapa muda dengan maksud menetralisir rasa sakit yang dikeluhkan.

Sampai Sabtu sore, kondisi tubuh santri semakin lemah. Khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan, pengasuh pondok pesantren membawa santri ke RS Bakti Timah dan RSUD Muhammad Sani untuk mendapat perawatan. ”Petugas langsung bergerak cepat menangani pasien, dipasang infus dan dilakukan penanganan untuk mengembalikan kondisi santri. Kami fokus pada pengobatan,” kata Dirut RSUD Muhammad Sani, Zulhadi.

Kapolres Karimun AKBP Agus Fajarudin menerangkan, setelah mengetahui kejadian dugaan keracunan. Pihaknya langsung menemui dan meminta keterangan kepada yang memberikan makanan kepada santri. Diketahui, Sabtu siang kemarin Rosman mengantarkan nasi bungkus sebanyak 150 bungkus dengan isi nasi, ayam, telur dan mie hun ke Pondok Pesantren Hidayahtullah, di Sememal, Pasir Panjang, Meral Barat.

Dan 45 bungkus nasi kotak ke Pondok Pesantren Bustanul Adzkia Muhammadiah, Wonosari, Meral serta 6 bungkus kepada tetangga. Nasi pesanan tersebut dimasak atau dikerjakan oleh Salbiah, warga Meral. Sekitar pukul 16.00 WIB, hampir seluruh santri mengalami mual dan muntah serta lemas. Kemudian masyarakat setempat dan pihak rumah sakit membawa santri untuk mendapatkan pertolongan.

Sebanyak 66 santri dilarikan ke RS Bakti Timah. Pihak rumah sakit mewajibkan seluruh santri harus menjalani rawat inap. Mereka menunggu proses pengobatan sekitar 10 jam. Jika tidak ada gangguan, maka santri dibenarkan pulang. 44 orang santri dibawa ke RSUD Muhammad Sani dan telah dilakukan observasi. 14 pasien dari santri Pondok Pesantran Hidayahtullah harus menjalani rawat inap karena kondisi badannya masih lemah. Sampai Minggu (23/7) dini hari kemarin, beberapa orang santri telah pulang dari rumah sakit.

”Kami masih mendalami kasus ini. Biarkan kami bekerja untuk meminta keterangan dari pihak penyumpang dan yang masak, dari pihak keluarga yang memasak juga mengalami hal serupa sebagaimana dialami santri, termasuk pedagang yang menjual bahan makanan,” kata Agus. Dinas Kesehatan telah mengambil sisa makanan yang dikonsumsi santri untuk dilakukan uji laboratorium guna mengetahui penyebab santri mengalami keracunan makanan. Belum diketahui kapan hasil laboratorium diketahui.

Bupati Karimun Aunr Rafiq meninjau para korban yang keracunan dan berpesan kepada seluruh perawat dan dokter memberikan pelayanan yang maksimal, cepat dan soal biaya perawatan menjadi tanggung jawab sepenuhnya Pemerintah Kabupaten Karimun. Ia berharap, kejadian serupa tidak terulang lagi di Karimun dan menginstruksikan Dinas Kesehatan secepatnya menyerahkan hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan makan. Ia percaya Kepolisian akan maksimal menangani persoalan ini.

Pukul 23.00 WIB, 6 warga Wonosari harus dilarikan ke rumah sakit karena mengalami keracunan makanan. Sampai Minggu siang, beberapa orang untuk sementara masih menjalani proses perobatan di rumah sakit sampai sembuh total.(ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here