12 Calon Hakim Belajar di PN

0
106
Santonius Tambunan saat diwawancarai awak media. f-raymon/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG -Sebanyak 12 Calon Hakim (Cakim) mulai belajar atau magang di Pengadilam Negeri (PN) Tanjungpinang.

Humas PN Tanjungpinang Santonius Tambunan mengatakan, terhitung Senin (17/9) sebanyak 12 cakim sudah melaksanakan magang. Magang itu sendiri dilakukan tiga tahap.

Ke-12 orang cakim ini merupakan penerimaan cakim pada tahun 2017. ”Setiap cakim akan dipimpin oleh tiga orang hakim yang menjadi mentor. Diantara Santonius Tambunan, Acep Sopian Sauri, Jhonson Sirait,” katanya Selasa (18/9).

Santonius menyebutkan, seluruh yang menjadi mentor telah di beri pembelajaran dan dilatih oleh Mahkamah Agung beberapa waktu lalu. Kata dia, tugas mentor nantinya supaya bisa melakukan pembinaan terhadap cakim tersebut terhadap tahapan – tahapan yang diberikan.

”Mereka sudah ada panggilan untuk mulai diklat, jadi mereka akan mulai diklat dulu pertama dan magang disini selanjutnya seperti itu, samapai 3 tahap nantinya,” sebutnya.

Santonius menjelaskan, dalam magang pertama ditempatkan di bagian keseketariatan, sehingga nantinya mereka setiap harinya wajib memberikan laporan kepada mentornya masing-masing. Dan laporan itu harus di upload ke sistem E-Learning Mahkamah Agung. Kemudian, setiap akhir minggunya cakim akan melakukan persentasi dan membuat laporan mingguan yang akan dinilai oleh mentor.

”Sistem penilainya juga melalui E-Learning yang di upload langsung ke web Mahkamah Agung serta tugas-tugas juga di upload ke sana,” jelasnya.

Menurutnya, sehingga nanti setelah itu diakhiri magang para cakim ini juga membuat suatu karya ilmiah dan membuat suatu resume buku yang ditentukan oleh masing-masing mentor dan itu pun sama di upload.

”Di tahap pertama magang tidak ikut menyidangkan perkara, sedangkan untuk magang tahap II ditugaskan di bagian kepaniteraan, mereka akan belajar membuat berita acara dalam suatu kasus perdata dan pidana dari awal sampai dengan akhir,” tuturnya.

Selanjutnya pada magang tahap ke tiga akan di tugaskan untuk menjadi asisten hakim. Jadi tugasnya untuk bisa membuat konsep putusan, jadi para cakim harus mengikuti persidangan dari awal hingga akhir.

”Jadi mereka harus bisa membuat konsep suatu putusan dan mereka harus bisa menilai apakah perkara itu dikabulkan atau tidak dalam perkara perdata, dan apakah terbukti atau tidak dalam perkara pidana tersebut. Masyarakat juga diminta untuk memberikan penilaian,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here