12 Oktober Cagub Sampaikan Visi, 20 Persen Masuk RAPBD

0
209

BATAM – DPRD Provinsi Kepri, akan mengakomodir 20 persen visi dan misi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, dalam APBD 2021. Dimana, pembahasan APBD saat ini sedang berjalan. Sementara penyampaian visi dan misi pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kepri, akan dilakukan, 12 Oktober 2020 di gedung DPRD Kepri.

Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, Jumat (9/10) mengungkapkan rencana penyampaian visi dan misi calon Gubernur serta Wagub itu. Dimana, saat ini pasangan yang akan bertarung di Pilkada Kepri, Soerya Respationo-Iman Sutiawan (SInergi), Isdianto-Suryani (INSANI) dan Ansar Ahmad-Marlin Agustina (AMAN).

Diakui, setiap pasangan calon akan diberikan waktu sekitar 20 menit, untuk menyampaikan visi dan misinya. “Tapi tidak ada tanya jawab. Mereka menyampaikan ke masyarakat visi-misi melalui dewan. Apa jualan mereka, disampaikan di paripurna” kata Jumaga.

Baca Juga :  7 Orang Pasien Sembuh dari Covid-19

Dari visi dan misi hingga program yang akan disampaikan dalam kesempatan itu, akan diakomodir DPRD. Dimana, visi-misi pasangan diakomodir dalam APBD 2021. Sehingga, apa yang dibahas DPRD dan disahkan dalam APBD 2021, tidak lepas dari visi misi pasangan calon.

“Jadi kita ambil dulu, sehingga tahun 2021 mendatang, pasangan calon yang terpilih tidak bilang, dalam APBD itu bukan dari visi-misi kami. Makanya kita ambil 20 persen,” tegas Jumaga.

Setelah pasangan calon terpilih dilantik tahun depan, selanjutnya (tahun 2022), baru bisa mengadopsi visi misi 100 persen dalam APBD. “Jadi Gubernur terpilih, sudah mulai menjalankan programnya, mulai tahun anggaran 2020,” bebernya.

Baca Juga :  Kelapa Merah Diburu Se-Asia Tenggara

Untuk penyampaian visi dan misi, akan ditayangkan secara live mulai dari media sosial youtube.com, Batam TV, RRI dan Tanjungpinang Pos. “Agar semua masyarakat tahu, sehingga kita akan tayangkan visi misi pasangan calon,” ujar dia.

Sementara untuk undangan yang diperbolehkan dalam rapat paripurna, Jumaga mengatakan, ada pembatasan. Selain karena keterbatasan tempat, juga karena kondisi saat ini, pandemi Covid-19.

“Tiap pasangan hanya bisa membawa satu ketua tim pemenangan. Kemudian ketua dan sekretaris, partai pengusung,” imbuh Jumaga.

Sementara dalam UU nomor 10 tahun 2016 tentang pemilihan Kepala Daerah, baik Gubernur, Bupati dan Wali Kota, diatur penuampaian visi dan misi. Dimana, setiap calon Gubernur, diberikan kesempatan, untuk menyampaikan visi dan misi, sebagai bagian dari penyelenggaraan pemilihan.

Baca Juga :  Pemko Minta Bantuan Satker Operasionalkan SWRO

Penyampaian visi dan misi setiap calon gubernur, calon bupati, dan calon walikota dilakukan dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD provinsi yang bersifat terbuka untuk umum. Sementara materi visi dan misi, berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah.

Penyampaian visi dan misi dilakukan dengan cara yang sopan, tertib, dan bersifat edukatif. Penyampaian visi dan misi dilaksanakan selama 1 hari, paling lambat 14 hari setelah DPRD provinsi menerima nama-nama calon gubernur, dari Panitia Pemilihan (Panlih). Pengaturan lebih lanjut tentang penyampaian visi dan misi calon diatur dalam tata tertib DPRD.(mbb)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here