120 Personel Ikut Safari Potmar

0
80
Para peserta mengikuti safari potensi maritim. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sebanyak 120 personel baik militer maupun Pegawai Negeri Sipil mengikuti Safari Potensi Maritim (Potmar) TNI Angkatan Laut, di Mako Lantamal IV, Kamis (14/9).

Para peserta terdiri dari perwakilan Lantamal IV, Fasharkan Mentigi, Satkat dan Satran Koarmada 1, serta pangkalan di bawah Lantamal IV.

Para peserta Safari Potmar TNI AL menerima sosialisasi mengenai Sinergitas Insan Potmar serta Pemberdayaan Wilayah Pertahanan Laut (Dawilhanla) yang disampaikan Paban 6 Spotmar Mabesal Kolonel Laut (E) Halili dan Pabandya Spotmar Letkol Laut (P) Tri Admojo.

Komandan Lantamal (Danlantamal) IV Laksamana Pertama TNI R. Eko Suyatno melalui Asisten Potensi Maritim (Aspotmar) Danlantamal IV Kolonel Laut (P) Arief Mediyanto mengatakan, dihadapkan para peserta perkembangan lingkungan global, regional dan nasional serta persepsi ancaman yang paling mungkin terjadi.

TNI harus melaksanakan penangkalan, pencegahan serta penindakan terhadap setiap bentuk ancaman dan gangguan. Baik itu dapat membahayakan kelangsungan hidup bangsa, kehormatan bangsa, kedaulatan dan keutuhan wilayah.

”Dengan melaksanakan pengamanan perbatasan wilayah darat, laut dan udara yurisdiksi nasional Indonesia berdasarkan hukum nasional, internasional yang telah diratifikasi dan berlaku,” katanya.

Selain itu lanjutnya, mengantisipasi perkembangan situasi di wilayah rawan konflik dan pulau-pulau terluar lainnya serta gerakan separatis pemberontakan bersenjata. Dan teritorial untuk menciptakan kondisi juang yang tangguh dalam rangka mendukung pemberdayaan wilayah pertahanan.

”Untuk mengeliminasi dan mencegah terjadinya kondisi tersebut dibutuhkan adanya suatu ketahanan nasional yang kokoh dan kuat,” sebutnya.

Menurutnya, yang harus dimiliki oleh setiap anak bangsa demi keikutsertaannya dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan negara. Sehingga perlu dilakukan kegiatan Safari Potmar TNI Angkatan Laut secara konsisten dan simultan yang merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang paling sederhana, paling tepat dan sangat efektif.

”Dalam mencari solusi pemecahan permasalahan di wilayah dalam menjaga stabilitas nasional dengan membangun karakter bangsa,” ujarnya. (ray)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here