125.362 Warga Kepri Miskin

0
1074
WARGA Pulau Laut Natuna duduk di pelantar rumahnya menikmati sore hari. Pada September 2018, warga miskin pedesaan di Kepri meningkat.f-istimewa/humas pemprov kepri

Harga Makanan Penyebab Utama

Sekitar 125.362 orang warga Kepri masuk kategori miskin. Harga sejumlah komoditi terutama golongan makanan yang makin mahal menjadi penyebab utama kemiskinan di Kepri. Adapun penduduk Kepri saat ini sekitar 2 juta jiwa.

TANJUNGPINANG – BERDASARKAN data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, pada September 2018, jumlah penduduk miskin (penduduk dengan pengeluaran per kapita per bulan di bawah garis kemiskinan) di Kepri mencapai 125.362 orang.

Jumlah ini berkurang 6.324 orang dibanding Maret 2018 sebanyak 131.686 orang.

”Jika dibanding dengan September 2017, jumlah penduduk miskin di Kepri turun 3.064 orang,” kata Kepala BPS Kepri, Zulkipli dalam pres rilis yang diterima redaksi koran ini, kemarin.

Baca Juga :  GELIAT kewirausahaan dalam penjualan dendeng sotong Tanjungpinang peraih penghargaan Upakarti dari Presiden.

Zulkipli menyatakan pada periode Maret 2018-September 2018, persentase penduduk miskin di daerah perkotaan turun sebanyak 736 orang dari 99.195 orang di Maret 2018 menjadi 98.459 orang di September 2018.

Sementara di daerah perdesaan juga mengalami penurunan sebanyak 5.577 orang atau dari 32.480 orang di Maret 2018 menjadi 26.903 orang di September 2018.

Sebagai informasi, selama periode Maret 2018-September 2018, garis kemiskinan naik sebesar 1,55 persen, yaitu dari Rp559.291 per kapita per bulan pada Maret 2018 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan di bulan September 2018.

Sementara pada periode September 2017-September 2018, Garis Kemiskinan naik sebesar 5,96 persen, yaitu dari Rp536.027 per kapita per bulan pada September 2017 menjadi Rp567.972 per kapita per bulan pada September 2018.

Baca Juga :  Bawa Desain Jembatan Babin

Sementara terkait, peranan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditas bukan makanan, seperti perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan.

Beras yang memberi sumbangan sebesar 13,77 persen di perkotaan dan 19,64 persen di perdesaan. Rokok kretek filter memberikan sumbangan terbesar ke dua terhadap GK (9,28 persen di perkotaan dan 16,86 persen di perdesaan).

Komoditi lainnya adalah telur ayam ras (3,49 persen di perkotaan dan 3,35 persen di perdesaan), kue basah (3,33 persen di perkotaan dan 2,99 persen di perdesaan), tongkol/tuna/cakalang (2,60 persen di perkotaan dan 1,62 di perdesaan), dan seterusnya.

Baca Juga :  Warga Sudah Bisa Tukar Uang 75 Ribu di BI Kepri

Persoalan kemiskinan bukan hanya sekedar berapa jumlah dan persentase penduduk miskin. Dimensi lain yang perlu diperhatikan adalah tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Selain harus mampu memperkecil jumlah penduduk miskin, kebijakan kemiskinan juga sekaligus harus bisa mengurangi tingkat kedalaman dan keparahan dari kemiskinan.

Menurut Zulkipli, sumbangan komoditas makanan terhadap garis kemiskinan pada September 2018 tercatat sebesar 66,83 persen. Kondisi ini tidak jauh berbeda dengan Maret 2018 yaitu sebesar 67,48 persen.(SUHARDI-MARTUNAS)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here