13 Operator Taksi Online Dapat Izin

0
341
Para sopir taksi konvensional demo menuntut penutupan pengoperasian taksi online, baru-baru ini di Batamcenter. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Proses kelengkapan persyaratan badan hukum dan koperasi taksi online yang sebelumnya telah mengajukan izin prinsip ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kepri, dari 16 perusahaan atau badan hukum hanya 13 yang dinyatakan lolos dan telah mengantongi izin prinsip.

Sementara, dua badan hukum dan koperasi lainnya yang sudah mengajukan tidak bisa melengkapi persyaratan sesuai aturan yang berlaku. Sehingga dinyatakan gugur otomatis atau dinyatakan mengundurkan diri.

”Dari 16 badan hukum taksi online yang mengajukan izin ke Dishub Kepri, hanya 13 yang dinyatakan lengkap dan sudah mendapatkan izin prinsipnya,” kata Kepala Diahub Kepri Jamhur Ismail di Tanjungpinang, Senin (16/4).

Sementara ada dua badan hukum dan koperasi taksi online yang mengundurkan diri atau mencabut pengajuannya, hal ini karena kedua perusahaan itu tidak bisa melengkapi persyaratan sesuai ketentuan hingga berakhirnya batas waktu yang ditentukan.

Sebenarnya, jelasnya, pihaknya sudah memberikan bantuan dan bimbingan kepada semua perusahan atau badan hukum yang sudah mengajukan izin taksi online tersebut, untuk melengkapi kekurangan persyaratannya.

”Kami sudah memberikan bantuan bagi perusahan yang mengajukan izin taksi online itu, namun karena memang persyaratan belum lengkap dan pihak perusahan itu tidak bisa melengkapi sehingga izinnya tidak dikeluarkan dan perusahaan itu secara sukarela mengundurkan diri,” ujarnya.

”Saya kebetulan di luar kota, dan untuk nama-nama perusahaan mana saja yang sudah dan tidak mendapatkan izin prinsip saya tidak ingat, kalau disebutkan takut salah sebut bisa berabe,” tukasnya.

Jamhur menambahkan, bahwa setelah didapatnya izin prinsip taksi online tersebut, tidak serta merta ke-13 perusahaan itu sudah bisa beroperasi. Namun, harus menunggu tahapan selanjutnya yakni menunggu survei dan kajian kuota taksi dan juga penentuan zonasi.

Untuk kouta taksi saat ini, tambahnya, pihak Dishub sudah mengajukan pelelangan dan informasi dari pihak LPSE Kepri sudah ada pemenang lelangnya. ”Kita harapkan dalam waktu dekat ini survei dan kajian kuota taksi ini akan segera dimulai oleh pemenang lelang ini dan secepatnya selesai. Sehingga, akan diketahui seberapa besar kebutuhan taksi di Kepri ini khusunya di Batam itu,” jelasnya.

Terkait penentuan zonasi taksi online, nanti pihaknya akan membahasnya secara bersama-sama dan akan melibatkan semua pemangku kepentingan dalam hal ini. ”Kita akan membahas terkait penetapan zonasi taksi online ini, dan tentunya semua komponen akan dilibatkan, sehingga akan menghasilkan kesepakatan dan keputusan yang seadil-adilnya dan semua pihak menerimanya,” harapnya.

Sebelumnya Gubernur Kepri Nurdin Basirun mengatakan, untuk urusan izin prinsip dan penetapan zonasi bagi taksi online, Dishub Kepri yang akan menanganinya. Dirinya sudah mengintruksikan untuk segera menyelesaikannya jangan sampai berlarut-larut. ”Saya sudah meminta Dishub Kepri untuk menyelesaikannya, baik terkiat izin prinsip dan juga pemberlakukan zonasi itu,” kata Nurdin. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here