132 Mahasiswa STAIN-SAR Kepri Diwisuda

0
1419
SEJUMLAH senat saat mewisuda mahasiswa STAIN-SAR Kepri di Mega Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (24/11).F-istimewa

TANJUNGPINANG – Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman (STAIN-SAR) Kepri melaksanakan sidang senat wisuda sarjana Strata 1 angkatan III di Mega Ballroom Hotel CK Tanjungpinang, Sabtu (24/11).

Sebanyak 132 wisudawan dari 4 program studi (Prodi), yaitu Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir 3 orang, Prodi Manajemen Pendidikan Islam 92 orang, Prodi Akhwat Syahsiyyah 7 orang dan Prodi Hukum Ekonomi Syariah 30 orang.

Kegiatan yang berlangsung khidmat ini dipimpin Ketua Senat Aris Bintania, M.Ag dan dihadiri oleh seluruh anggota senat.

Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri Dr. Muhammad Faisal, M.Ag. dalam sambutannya berharap agar seluruh wisudawan menjaga nama baik almamater.

”Masyarakat akan menilai kampus dari para alumni,” katanya.

Ia juga menyampaikan bahwa prosesi wisuda yang ketiga ini merupakan yang pertama sejak status beralih menjadi negeri dan STAIN Sultan Abdurrahman adalah perguruan tinggi keislaman negeri yang pertama di Provinsi Kepri.

Saat ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri sedang mengembangkan sarana dan prasana serta juga program studi baru. Beberapa program studi baru yang akan dibuka yakni Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Tadris Pendidikan Bahasa Inggris, Manajemen Bisnis Syariah dan Komunikasi Penyiaran Islam.

Baca Juga :  Tuntutan Mahasiswa UMRAH Disampaikan Secara Online

Harapan senada juga disampaikan Kepala Subdirektorat Pengembangan Akademik Direktorat Pendidikan Tinggi Kementerian Agama Islam, Dr. Mamat S Burhanudin, M.Ag, yang juga memberikan orasi ilmiah dan berharap agar perguruan tinggi Islam di Indonesia menjadi kiblat bagi pengembangan pengetahuan Islam, termasuk kepada STAIN Sultan Abdurrahman Kepri.

Ia berharap agar STAIN juga segera berkembang menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN).

Di Timur Tengah banyak ilmuan studi Islam. Tetapi pengembangan studi Islam yang paling memungkin ialah di Indonesia.

”Sebab itu, kita perlu mengembangkan studi keislaman melalui kampus-kampus Islam negeri di Indonesia. Apalagi STAIN ini sudah perlu untuk membuka prodi baru dan terus mengembangkan menjadi IAIN,” ujarnya.

Baca Juga :  UMRAH Rencana Buka Jurusan Perkapalan

Saat ini, Kemenag juga telah menyediakan beasiswa untuk mahasiswa dari luar negeri agar mereka bisa belajar tentang studi keislaman di Indonesia. Dengan letak Kepri yang strategis, ia juga yakin STAIN akan mampu berkembang, apalagi saat ini sudah menjalin kerja sama dengan beberapa perguruan tinggi dari Malaysia. Di dalam acara tersebut ada penyampaian ilmiah oleh Dr. Mamat S. Burhanuddin selaku Kasubdit pengembangan akademik Direktorat pendidikan keagamaan Islam.

Kementerian agama RI. Dalam orasinya, Mamat juga menyampaikan kepada seluruh wisudawan tentang perjuangan setelah menjadi sarjana bisa bersaingan di era revolusi industri 4.0 di masyarakat ekonomi Asean (MEA).

”Jangan menganggap ini sudah berakhir. Ini merupakan awal untuk berjuang ke depannya dengan bersaingan dengan masyarakat luas dan negara asing, sebagai kaum intelektual harus bisa menjadi kaum intelektual yang berakhlak mulia dan berinovasi,” ungkapnya.

Dari 132 wisudawan meluluskan 4 mahasiswa dengan predikat cumlaude dari Program Studi Manajemen Pendidikan Islam Yaitu Maysarah Liani Utami dengan Nilai Indeks prestasi Kumulatif (IPK) 3,58, Asmirandah Putri indeks Prestasi Kumulatif 3,57, Siti Humaira Indeks Prestasi Kumulatif 3,55 dan Misbah Harahap Indeks Prestasi Kumulatif 3,51.

Baca Juga :  Pemkab Ingin Kelola Bintan Tourism Institute

STAIN Sultan Abdurrahman Kepri juga memberikan sekalung budi kepada dua mahasiswa STAIN yang wafat menjelang pelaksanaan wisuda.

Sedangkan ketua dewan penyantun, Dr Hardi Selamat Hood, mengaku turut bangga kepada mahasiswa dan seluruh civitas akademik yang telah menyelenggarakan kegiatan wisuda, apalagi saat ini telah berstatus negeri.

”Tugas kami mengantarkan menjadi negeri. Dan saat ini telah terwujud berkat kerja keras seluruh yang terlibat, baik yayasan, civitas akademik, dan juga pemerintah daerah. Sekarang kita patut bangga dengan kehadiran kampus kita ini,” ujar dia. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here