14 Ribu Siswa SMP di Kepri Mendaftar ke SMA

0
654
Drs Arifin Nasir,M.Si

TANJUNGPINANG – Tahun ajaran baru 2018-2019 mendatang, diprediksikan akan ada 14 ribu pelajar Sekolah Menengah Pertama (SMP) se-Provinsi Kepri yang akan melanjutkan pendidikan mereka ke jenjang Sekolah Menengah Atas (SMA) sederajat.

Berdasarkan informasi dari Pemkab/Pemko se-Kepri yang dirangkum Tanjungpinang Pos, total siswa SMP/MTs se-Kepri yang mengikuti Ujian Nasional April lalu sekitar 29.150 orang.

Artinya, jumlah kursi yang akan diisi siswa Kelas II saat ini sebanyak siswa yang lulus. Kemudian, siswa Kelas I yang mau naik ke Kelas II juga sebanyak itu dan akan ada kuris kosong dengan jumlah yang sama dengan siswa Kelas III yang tamat.

Dinas Pendidikan Pemprov Kepri sudah memprediksi bahwa Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) pelajar SMP yang ingin melanjutkan pendidikannya ke jenjang sekolah menengah atas, kejuruan atau pun swasta ada sekitar 14 ribu.

Jumlah yang cukup besar itulah, alasan Kadisdik Kepri Arifin Nasir terpaksa harus membuat kesepakatan bersama dengan sekolah swasta serta menggesa penerimaan siswa baru bagi sekolah yang sedang dibangun saat ini.

Hal tersebut mencegah terjadinya penumpukan serta menampung seluruh pelajar yang bertekad melanjutkan pendidikannya. ”Kalau untuk SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA ada sekitar 14 ribuan. Sedangkan SMA kalau digabungkan keseluruhan ada sekitar 8 ribuan,” ujar Arifin kepada wartawan di Kantor Gubernur Dompak.

Lebih lanjut, Arifin menyampaikan, bahwa pihaknya sudah berkoordinasi dengan kepala sekolah swasta untuk membuka proses penerimaan PPDB lebih cepat, minimal 10 hari lebih cepat dari jadwal serentak yang sudah ditetapkan. ”Agar nanti pada saat PPDB sekolah negeri, semuanya sesuai target,” tambahnya.

Di samping itu juga, Arifin menyinggung soal larangan pihak sekolah memungut iuran atau uang dalam rangka PPDB tahun ini. ”Tidak ada biaya-biaya seperti uang pembangunan, seragam seperti tahun kemarin tidak ada pungutan kepada wali murid,” tegas Arifin.

”Aturan ini dibenarkan bagi sekolah negeri, ya,” tambahnya.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun menegaskan, agar tidak terjadi penumpukan proses PPDB di sekolah favorit, dirinya menganjurkan supaya pihak wali murid juga mempertimbangkan anak didiknya bersekolah di sekolah swasta.

Karena menurutnya, saat ini tidak ada sekolah favorit di mata pemerintah. Semua sekolah sama bahkan pemerintah pun memperhatikan sekolah swasta. Bahkan Nurdin sendiri mendukung jika Disdik yang sudah membangun Unit Sekolah Baru (USB) di kabupaten/kota, agar bisa membuka penerimaan siswa baru. ”Hal ini mencegah terjadinya kekurangan ruang belajar,” ucap Nurdin. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here