15 Februari, Awe Gelar Tanam Padi Serentak

0
408
BUPATI Lingga H Alias Wello saat turun ke sawah untuk memastikan program cetak sawah yang digagasnya. F-ISTIMEWA

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lingga menjadwalkan kegiatan penanaman padi dan jagung secara serentak, di atas lahan seluas 1.800 hektare (Ha).

LINGGA – Kegiatan itu bertujuan, untuk mendukung ketersediaan bahan pangan menjelang datangnya bulan Ramadan dan lebaran Idul Fitri pada pertengahan tahun ini.

”Insya Allah, agenda tanam padi dan jagung di Lingga akan dilakukan secara serentak pada tanggal 15 Februari 2018 mendatang. Luas lahan tanam yang sudah tersedia sekitar 1.800 Ha. Jumlah itu terdiri dari lahan sawah baru 600 Ha, dan lahan perkebunan jagung 1.200 Ha,” ungkap Alias Wello, Bupati Lingga dalam keterangan persnya, Rabu (24/1).

Bupati yang akrab disapa Awe ini menyebutkan, kegiatan penanaman secara serentak itu melibatkan ribuan massa dari kelompok tani, pelajar, mahasiswa, TNI/Polri, ASN, Organisasi Kepemudaan dan Ormas, termasuk Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Lingga.

Khusus untuk penanaman padi, akan dilakukan secara serentak di lima desa, yakni Desa Resang, Marok Kecil, Panggak Darat, Bukit Langkap dan Sungai Besar.

”Saya baru dapat informasi dari Ketua STPP Malang, yang akan mengirim 200 orang mahasiswa dan 52 orang dosen pembimbing. Hal itu untuk mendukung kegiatan pananaman padi secara serentak di Lingga. Kemudian mahasiswa D1 IPB sekitar 105 orang, juga ikut berpartisipasi mulai dari penanaman hingga panen,” kata Awe.

Ketua Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian (STPP) Malang Fat’han A Rasyid membenarkan, rencana pengiriman 200 orang mahasiswa dan 52 orang dosen pembimbing ke Lingga.

Keberadaan dosen-dosen itu, untuk melakukan Praktek Kerja Lapangan (PKL) guna mendukung program Pemkab Lingga dan Kementerian Pertanian yang akan menjadikan Lingga sebagai lumbung pangan berorientasi ekspor di wilayah perbatasan.

”Pengiriman 200 orang mahasiswa STPP ke Lingga ini, merupakan implementasi dari MoU yang sudah ditandatangani Ketua STPP Malang dengan Bupati Lingga tahun 2017 lalu. Para mahasiswa STPP Malang ini akan berada di Lingga selama 90 hari,” bebernya.

Fat’han mengatakan, STPP Malang menaruh perhatian besar terhadap Kabupaten Lingga karena daerah ini masih minim pengetahuan dan pengalaman tentang pertanian dan peternakan.

Selain itu, posisi geografis Lingga yang berada di wilayah perbatasan Singapura dan Malaysia, memiliki nilai strategis bagi pengembangan komoditas pertanian berorientasi ekspor.

”Saya harap kerja sama STPP Malang dengan Pemkab Lingga tidak hanya pada kegiatan penanaman padi, tapi juga berkembang hingga pascapanen dan pengemasan nantinya,” harap Awe.(TENGKU IRWANSYAH)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here