15 Februari, Karcis Pelabuhan SBP Naik

0
447
I Wayan Wirawan GM Pelindo I Tanjungpinang

TANJUNGPINANG – Pas masuk penumpang pelabuhan domestik Sribintan Pura (SBP) Tanjungpinang naik Rp 1.000 per penumpang dari sebelumnya Rp 5.000 menjadi Rp 6.000/penumpang.

Kemudian, tarif penumpang di pelabuhan internasional SBP naik Rp 47 ribu dari sebelumnya Rp 13 ribu menjadi Rp 60 ribu per penumpang. Tarif baru ini mulai berlaku per tanggal, 15 Februari pekan depan.

Jika sebelumnya, tarif pas masuk pengantar dan penjemput penumpang hanya Rp 3.000 per penumpang, maka dengan tarif baru nanti, naik menjadi Rp 6.000 per penumpang atau sama dengan tarif pas masuk penumpang.

GM Pelindo I Tanjungpinang, I Wayan Wirawan menuturkan, tidak ada lagi istilah pas masuk pengantar atau pas masuk penjemput. Setiap orang yang masuk ke terminal pelabuhan dianggap penumpang.

”Jika pengantar atau penjemput masuk ke dalam terminal maka dikenakan pas penumpang. Kami sudah hapuskan istilah pengantar dan penjemput. Jika ingin menjemput cukup di luar terminal masuk,” ujarnya kepada wartawan saat jumpa pers, Jumat (10/2).

Dalam jumpa pers itu, hadir Direktur PT Tanjungpinang Makmur Bersama (TMB) yang merupakan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemko Tanjungpinang, Asep Nana Suryana.

Mulai tanggal 15 Februari nanti, pengelolaan pas masuk terminal Pelabuhan SBP sudah dikerjasamakan antara Pelindo dan PT TMB. Maka, pegawai TMB lah nanti yang menjaga loket pas masuk tersebut.

I Wayan menjelaskan, kerja sama mereka ini sudah disepakati antara Pelindo dan Pemko Tanjungpinang tahun 2016 lalu.

Pembahasan dilakukan dengan pihak Pemko yang diwakilkan Kepala Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) saat itu, sebelum ada perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) beserta OPD lain yang terkait.

Ada pun Dana Bagi Hasil (DBH) pas masuk pelabuhan diantaranya, dari pas masuk pelabuhan Domestik Rp 6.000 per orang, maka untuk Pelindo Rp 5.000 dan ke BUMD (Pemko) Rp 1.000 per penumpang.

Tarif sebelumnya dari Rp 5.000 per penumpang, pembagiannya Rp 4.250 ke Pelindo dan Rp 750 per penumpang ke Pemko.

Pembagian pas pelabuhan internasional untuk tarif baru, dari Rp 60 ribu per penumpang, maka Rp 42 ribu ke Pelindo dan Rp 18 ribu per penumpang ke BUMD.

Saat tarif lama, dari Rp 13 ribu/penumpang, maka ke Pelindo Rp 8.000 per penumpang dan Rp 5.000 per penumpang ke Pemko.

Saat pembagian tarif lama, kerja sama antara Pelindo dengan Pemko masih bersifat bisnis ke pemerintah (Business to Goverment/B to G). Untuk tarif baru, kerja samanya sudah bersifat bisnis ke bisnis antara BUMD-Pelindo (Business to Business/B to B).

Kenaikan tarif ini, kata Wayan, dinilainya masih wajar. Di Indonesia, sudah hampir semua pelabuhan menerapkan tarif baru sejak tahun lalu. Dan kenaikan pas pelabuhan Tanjungpinang termasuk standar seperti daerah lain di Kepri, bahkan lebih murah.

Ia mencontohkan, pas masuk domestik Pelabuhan Telagapunggur Batam sudah Rp 10 ribu per penumpang dan berlaku tahun lalu. Pas masuk penumpang internasional pelabuhan yang dikelola Badan Pengusahaan (BP) Batam Rp 70 ribu per penumpang.

Sedangkan pas pelabuhan internasional Harbour Bay Jodoh Batam (swasta) sudah Rp 80 ribu per penumpang. Demikian juga Karimun, pas masuk penumpang domestik naik dari Rp 3 ribu per penumpang menjadi Rp 5 ribu per penumpang belum lama ini. Sedangkan pas masuk penumpang internasional sudah Rp 60 ribu per penumpang.

Ia mengatakan, kenaikan itu sungguh wajar mengingat sudah tiga tahun pas pelabuhan domestik dan internasional Pelabuhan SBP tak naik. Apalagi, Pelindo melakukan pembenahan di berbagai sisi.

Salah satunya adalah pelebaran lokasi parkir dan pembangunan gedung terminal domestik dan internasional yang dimulai sejak 2016 lalu dengan anggaran mencapai Rp 43 miliar.

Ditambah lagi akan dikerjakan pembongkaran bangunan kantor Pelindo di kawasan SBP sekitar Rp 3 miliar yang nantinya lokasi itu bisa dijadikan tempat parkir. Hanya saja, pelaksanaannya menunggu selesainya penghapusan aset.

”Dananya sudah ada, tinggal tunggu proses administrasi penghapusan aset saja. Jika ini sudah selesai maka bisa segera action,” tuturnya.

Selain itu ada lagi anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk perbaikan ponton. Ini dikerjakan tahun 2017 ini. Untuk 2018, sebagai pembangunan tahap kedua akan ada pekerjaan dengan total anggaran hampir Rp 100 miliar.

”Kami sudah siapkan tiga jenis desainnya. Tinggal menunjukkan kepada pihak pemerintah memilih yang mana nantinya. Ada bentuk kerang, perahu dan tepak sirih,” paparnya.

Ia menilai kenaikan tarif sudah wajar. PT Pelindo juga sudah menunjukkan komitmen untuk membenahi perwajahan pelabuhan.

”Kami terus berupaya melakukan perbaikan-perbaikan dalam upaya pemberian pelayanan terbaik,” imbuhnya.

Asep mengatakan, pihaknya akan berusaha untuk memaksimalkan pendapatan dari kerja sama ini. Bila memungkinkan ada hasilnya, maka BUMD merencanakan akan membangun parkir bertingkat di sana.

Bahkan mulai 2018 direncanakan pengelolaan parkir akan diserahkan ke BUMD. Ini tentu menjadi komitmen baik dalam upaya menambah pendapatan. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here