155 TKI Bermasalah Dipulangkan

0
36
SEBANYAK 155 TKI bermasalah tiba di pelabuhan Internasional SBP Tanjungpinang, Rabu (12/12) malam lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

SEBANYAK 155 tenaga kerja Indonesia (TKI) atau Pekerja Migran Indonesia (PMI) bermasalah di Malaysia kembali dipulangkan (deportasi), Rabu (12/12) sore lalu. Para TKI yang didominasi perempuan ini dideportasi lewat pelabuhan internasional Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – Ratusan TKI bermasalah ini langsung dibawa ke Rumah Perlindungan Trauma Center (RPTC) Tanjungpinang, sebelum dipulangkan ke daerah asal masing-masing.

Kepala Pemeriksa Keimigrasian Pelabuhan SBP Tanjungpinang Daniel Maxrinto mengatakan, pihaknya kembali menerima kedatangan pemulangan PMI bermasalah dari Malaysia.

”Kita menerima deportasi PMI mandiri dari Malaysia sebanyak 155 orang. Balita ada dua orang,” kata Daniel di Tanjungpinang, Kamis (13/12).

Daniel menyebutkan, ratusan PMI ini tiba di pelabuhan menggunakan kapal feri Gembira 3, dari pelabuhan Pasir Gudang, Johor Bahru, Malaysia. PMI bermasalah itu dengan rincian laki-laki 72 orang, perempuan 81 orang dan balita 2 orang.

”Para TKI yang dipulangkan itu rata-rata bekerja seperti pengasuh, pekerja kebun dan pelayan restoran,” sebutnya.

Daniel mengatakan, dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Johor Bahru merencanakan memulangkan 156 orang. Akan tetapi, satu orang dibatalkan pulang, karena yang bersangkutan diketahui punya IC Merah atau izin tinggal tetap di Malaysia.

”Dengan adanya IC Merah itu, pemegangnya (WNI) bisa mengajukan menjadi warga negara Malaysia,” ujarnya.

Setelah PMI didata dan diperiksa, mereka langsung diserahkan ke Dinas Sosial, lalu dibawa ke RPTC. Biasanya mereka telah menjalani hukuman penjara di Malaysia sebelum dideportasi ke Indonesia.

”Kalau dilihat daerah asalnya, PMI ini dominan dari Nusa Tenggara Barat, Jawa Timur dan Aceh,” ujarnya. (RAYMON SANDY)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here