16 Pengidap HIV Meninggal, Enam Dalam Pantauan

0
494

Sepanjang tahun 2017 sebanyak 16 orang dari 22 orang yang terinfeksi Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan AIDS di Kabupaten Kepulauan Anambas meninggal dunia.

ANAMBAS – Sedangkan 6 lainnya, masih dalam pemantauan dan konseling oleh Klinik Voluntary Counseling Test (VCT) sayang keluarga Kabupaten Kepulauan Anambas.

Angka tersebut dapat bertambah mengingat Fenomena HIV/AIDS ini seperti gunung es. ”Yang masih dalam perawatan kita itu 6 orang penderita, yang terdiri dari empat orang laki-laki dan dua orang berjenis perempuan,” kata Islam Malik, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan KKA, Senin (12/3).

Malik menyampaikan, saat ini terjadi tren peningkatan penderita HIV/AIDS di Anambas setiap tahunnya. Sayangnya, Malik enggan menyebutkan berapa signifikan peningkatan tersebut dari tahun ke tahun. ”Untuk tahun ini kita masih melakukan pendataan, namun pastinya ada tren peningkatan setiap tahunnya di Anambas,” tambah Malik.

Baca Juga :  Aparatur 52 Desa Ikuti Pembinaan Administrasi

Malik menyebutkan, prilaku yang sering “jajan” di luar menjadi utama meningkatnya HIV di Anambas. Pasalnya, saat ini terdapat ibu rumah tangga yang menjadi korban.

”Beberapa penderita HIV yang meninggal itu adalah ibu rumah tangga, yang tertular dari suami yang suka jajan di luar. Dari data kita 16 orang penderita yang meninggal itu 8 diantaranya itu perempuan,” kesal dia.

Penyakit HIV yang dideritanya seperti TBC dan Diare, jadi penyebab meninggalnya pasien tersebut. ”Hal ini dikarenakan penderita HIV, sudah tidak memiliki sistem kekebalan tubuh (antibody). Sehingga, kondisi kesehatan mudah drop apabila terserang penyakit,” jelasnya.

Baca Juga :  Air Belum Dikelola Maksimal

Pihaknya, tambah Malik, telah melakukan sejumlah upaya dalam mempersempit dan menekan lajunya berkembangnya HIV di masyarakat dan salah satunya dengan memberikan sosialisasi dan penyuluhan serta screening pada penderita TBC.

Karena ada salah satu pasein TBC, ketika dilakukan screening ternyata juga terinfeksi HIV. Di Anambas sendiri terdapat tiga Clinik VCT, yakni di Puskesmas Tarempa Rumah Sakit Lapangan Palmatak dan Rumah Sakit Bergerak Jemaja.

Untuk tenaga dokter itu ada lima orang, yang tersebar di tiga klinik VCT. ”Paramedis inilah yang memberikan perawatan dan bimbingan kepada para penderita,” terangnya.

Baca Juga :  Tim Percepatan Pariwisata Resmi Dibentuk

Pada kesempatan itu, Malik juga mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati dalam bercukur dan meminta kepada tukang cukur untuk mengganti pisau cukurnya setiap kali merapikan rambut. Begitupula dengan pemandi jenazah, untuk selalu menggunakan SOP dalam memandikan jenazah penderita HIV.

”Penyakit HIV itu tak seganas yang dibayangkan, tak seperti hepatitis yang penularannya cepat, namun apabila terinfeksi dampaknya akan sangat luar biasa,” tuturnya.(INDRA GUNAWAN)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here