1,6 Ton Sabu Masuk Kepri

0
417
PETUGAS saat memeriksa sabu di kapal Taiwan berbendera Singapura di Batam, Selasa (20/2). f-istimewa

Berhasil Ditangkap Tim Gabungan Polri dan Bea Cukai

Para mafia masih menjadikan Indonesia sebagai tempat perdagangan narkoba. Perairan Kepri dimanfaatkan sebagai jalur transit. Kurang dari dua minggu, 2,6 ton sabu berhasil diamankan di perairan Kepri.

BATAM – SABU-SABU seberat 1,6 ton yang masuk ke perairan Anambas, Provinsi Kepri berhasil ditangkap tim gabungan dari Polri dan Bea Cukai (BC) Selasa, (20/2).

Sepekan sebelumnya, pada Rabu 7 Februari 2018, KRI Sigurot-864 Koarmabar yang dikomandani oleh Mayor Laut (P) Arizona Bintara juga berhasil mengamankan kapal MV Sunrise Glory di Perairan Selat Philips, pada koordinat 01.08.722 U/103.48.022 T yang membawa sabu-sabu 1 Ton.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Tanjungpinang Pos di lapangan, penangkapan yang dilakukan tim satgassus Polri dan Bea Cukai dengan menggunakan kapal BC 7005 di perairan Karang Helen Mars (Berdekatan dengan Karang Banteng) tersebut berhasil mengamankan 1 unit kapal ikan berisi jaring ketam asal Taiwan dengan bendera Singapura, tanpa dilengkapi dokumen.

Pukul 08.00 kemarin pagi, kapal sudah digiring menuju pangkalan Bea dan Cukai Sekupang Batam dan hingga kemarin sore, masih dilakukan pengecekan di lokasi.

Setelah memeriksa isi kapal, ditemukan 81 karung yang berisikan Methampetamine yang masing-masing karungnya lebih berisikan 20 kilogram.

Selain itu, empat tersangka berinisial TM, TH, TY, dan LY yang merupakan warga negara Cina turut diamankan. Barang bukti ini selanjutnya dibawa ke Gudang Logistik Sekupang-Batam.

Dari pagi hingga malam, tampak puluhan aparat gabungan masih melakukan pengecekan terhadap pengungkapan barang haram tersebut. Puluhan wartawan dan fotographer masih menunggu hingga kemarin sore.

Dengan didukung pihak kepolisian Polda Kepri, proses pemeriksaan tengah berlangsung di gudang PT Sekupang Makmur Abadi.

Tim gabungan dari Satgassus Polri, Direktorat IV Tipidnarkoba, Bea Cukai Pusat, dan Bea Cukai Batam telah memantau rencana penyelundupan sabu sebanyak 1,6 ton ini sejak pekan lalu.

Pengungkapan ini bermula saat Tim Gabungan Satgassus Polri melakukan koordinasi awal bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Kepri di Kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya pada hari Kamis, 15 Februari 2018.

Kemudian, Tim Advance berangkat menuju ke Batam pada Jumat, (16/2) lalu. Tim Advance langsung berkoordinasi dengan Bea Cukai Kanwil Kepri pada Sabtu, (17/2) yang berlokasi di Pelabuhan Punggur, Batam.

Kemudian, Tim Tindak bergabung dengan Kapal Bea Cukai dengan Nomor Lambung BC 2005. Tim Tindak bersama Kapal Bea Cukai tiba di perairan Anambas, Minggu (18/2). Dilanjutkan dengan Patroli di sekitaran Perairan Anambas.

Senin, (19/2) Tim Advance mendapat informasi mengenai Koordinat kapal target yang berlokasi di 01.09.227 U/103.48.023 T lalu mencegatnya.

Kapolda Kepri Irjen Pol Didid Widjanardi menjelaskan kronologi penangkapan kapal Taiwan berbendera Singapura pembawa 1,6 ton tersebut.

Dijelaskannya, kapal tersebut bernama Pinuin Union. Kapal itu berasal dari Taiwan dan masuk ke perairan Indonesia. Namun barang haram sebanyak itu belum diketahui akan dibawa ke mana.

”Belum tahu akan dibawa ke mana sabu tersebut. Saat ini tim masih melakukan pemeriksaan anggota,” kata Kapolda, kemarin sore.

Penangkapan kapal tersebut dilakukan tim gabungan Satgassus Polri yang melakukan Koordinasi awal bersama perwakilan Bea Cukai Kanwil Kepri di Kantor Dit Narkoba Polda Metro Jaya.

Kapal hasil tangkapan tersebut kini berada di Dermaga BC Pelabuhan Logistik, Sekupang, Batam. Beberapa petugas menggunakan kendaraan berdatangan dan masuk ke kawasan gudang logistik tersebut.

Beberapa mobil polisi seperti baracuda, mobil Ditpolariud, dan lainnya dikerahkan ke kawasan logistik Sekupang. (MARTUA-MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here