160 Perusahaan Nunggak BPJS

0
28
PENGAWAS Ketenagakerjaan Wilayah Kerja Karimun Ria Iswety saat melihat pekerja PT MOS di RS M Sani Karimun, Sabtu (24/11) malam. f-alrion/tanjungpinang pos

Sebanyak 160 perusahaan di Kabupaten Karimun diketahui menunggak pembayaran iuran BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini memperlihatkan, tingkat kepatuhan Perusahaan di Karimun membayar iuran BPJS tergolong rendah.

KARIMUN – ”Kami menemukan ada 160 perusahaan menunggak membayar iuran BPJS Ketenagaakerjaan. Semua perusahaan tersebut telah kami surati untuk segera melunasi tunggakan tersebut. Agar terhindar dari pidana,” kata Pengawas Ketenagakerjaan wilayah Kerja Karimun, Ria Iswety, Selasa (27/11).

Selain menunggak, ditemukan perusahaan tidak mengikutsertakan pekerjanya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Belum lama ini, terungkap dari 23 pekerja PT MOS yang mengalami kecelakaan di perusahaan. Diantaranya, 12 pekerja diketahui tidak tercatat sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan

Atas temuan tersebut, pihaknya langsung menegur dan memerintahkan manajemen perusahaan untuk menjadikan pekerja yang menjadi korban sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Termasuk pekerja yang belum masuk, atau seluruh pekerja di PT MOS. Terkait sanksi, jika tidak membayar iuran tersebut.

Ia mengaku, akan berkoordinasi dengan pihak terkait, BPJS dan Pemerintah Provinsi Kepri dan Pemerintah Kabupaten Karimun.

Pihaknya adalah perpanjangan dari Disnaker Provinsi Kepri, yang rutin melakukan pengawasan tenaga kerja di setiap perusahaan.

Nantinya, pihak provinsi langsung menemui pihak perusahaan atau pengusaha yang belum mendaftarkan pekerjannya sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Di tempat terpisah, pemerhati perusahaan di Karimun J Sahputra mengatakan, bahwa ketidakpatuhan pihak perusahaan mengikutsertakan pekerja sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan adalah karena tidak adanya tindakan tegas dari pemerintah sendiri.

Kemudian, disinyalir adanya kekuatan di belakang pengusaha tersebut. Atau karena kenal dekat dengan Kepala Daerah atau pejabat di negeri ini, sehingga pengusaha merasa abai dengan hak hak pekerjanya. (ALRION)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here