163 Mahasiswa UMRAH Ikut Yudisium

0
292
Peserta yudisium Fakultas Ekonomi UMRAH Foto bersama.

TANJUNGPINANG – Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) menggelar yudisium pada semester genap tahun akademik 2017/2018, Selasa (22/8) di Auditorium UMRAH, Kampus Dompak, Tanjugpinang.

Ada 163 orang sarjana yang diyudisium. Mahasiswa yang ikut Yudisium terdiri dari 127 orang program studi Akutansi dan 36 orang program studi manajemen. 163 orang mahasiswa Fakultas Ekonomi yang diyudisium pada tahun akademi 2017/2018 di semester genap ini, akan mengikuti wisuda Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinag ke-XI tahun 2018 pada pertengahan September 2018 mendatang.

Dekan FE UMRAH Drs. H. Muhammad Idris DM, MM, MSi mengatakan, yudisium yang digelar bermakna pengukuhan kelulusan mahasiswa yang telah memenuhi syarat kelulusan pada suatu program studi. “Ini sesuai dengan ketetapan dalam Pedoman akademik di suatu Perguran Tinggi. Kegiatan Yudisium dapat menjadi indikator bahwa mahasiswa Fakultas Ekonomi UMRAH Tanjungpinag telah menyelesaikan pendidikan jenjang Strata 1 (Sarjana), dan berhak menyandang gelar kesarjanaan Sarjana Akutansi (SAK) dan Sarjana Manajemen (SM),” kata Dekan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji (FE UMRAH) Tanjungpinang, Drs. H. Muhammad Idris DM, MM, MSi.

Muhammad Idris juga memotivasi para lulusan agar selalu optimis untuk dapat bersaing di dunia kerja dengan persaingan yang begitu kompetitif. “Oleh karena itu, hendaknya selaku sarjana lulusan Fakultas Ekonomi Universitas Maritim Raja Ali Haji, agar memiliki kebanggaan dan kepercayaan diri,” pintanya.

Muhammad Idris mengatakan, setip alumni dituntut menempatkan diri sebagai bagian integral dari almamaternya, dan membantu memikirkan pelestarian dan pengembangannya, agar tugas suci ini benar-benar merupakan tugas kemanusiaan yang perlu dihidupsuburkan sepanjang masa.

Apa yang diperoleh melalui bangku kuliah, sambungnya, hanya bagian kecil dari apa yang sebenarnya.

“Semua harus mengemban tugas kemahlukan baik almamater maupun di tengah-tengah masyarakat. Jagalah dirimu dan almamatermu dari sentuhan api neraka. Artinya hindarilah segala sikap, pola tingkah laku yang tidak sesuai dengan citra almamatermu dan dirimu sebagai sarjana dari suatu lembaga yang berperedikat Universitas. Gelar sarjana bukanlah akhir dari perjalanan menempuh dan menggali ilmu yang lebih mendalam. Gelar kesarjanaan adalah anak kunci untuk membuka pintu ilmu yang tidak terhingga banyak dan luasnya di tengah-tengah masyarakat. Teruslah mengembangkan potensi diri yang ada, kenali diri dengan baik dan berusahalah mengembangkan diri setiap waktu,” pesannya. (jek)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here