179 Mahasiswa Stisipol Mengabdi di Daerah Perbatasan

0
1055
mahasiswa foto bersama sebelum bertolak ke Natuna untuk melaksanakan KKN, Sabtu (7/7).f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sebanyak 179 mahasiswa-mahasiswi Stisipol Raja Haji Tanjungpinang berangkat ke Natuna untuk melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN), Sabtu (7/7).

Keberangkatan rombongan KKN tersebut mengunakan KM Bukit Raya yang bertolak dari Pelabuhan Sribayintan, Kijang. Mereka akan mengabdi di daerah perbatasan NKRI tersebut selama beberapa pekan. KKN di Natuna kali ini, merupakan yang ke-2 dan pelaksanaan perdananya tahun 2017 lalu sebanyak 130 orang.

Dari 179 mahasiswa-mahasiswi yang ambil bagian, dibagi menjadi 17 kelompok yang disebar di 17 desa di 4 kecamatan yang ada di Natuna.

Empat kecamatan itu diantaranya, Kecamatan Bunguran Timur, Kecamatan Bunguran Timur Laut, Kecamatan Bunguran Tengah serta Kecamatan Bunguran Selatan. Setiap kelompoknya terdiri dari 10 hingga 11 orang mahasiswa-mahasiswi.

Baca Juga :  Nurdin Berharap Turis Kapal Pesiar Betah di Kepri

Ketua Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang Endri Sanopaka S.Sos MPM berharap, pelaksanaan KKN di Natuna kali ini lancar dan sesuai dengan misi pengabdian masyarakat yang direncanakan lewat program-program yang telah disusun.

Selain itu, Endri menginginkan mahasiswa yang KKN di Natuna membangkitkan semangat nasionalisme dan wawasan kebangsaannya. Sebab, peran mahasiswa-mahasiswi di perbatasan sangat dibutuhkan masyarakat baik secara sosial maupun ilmu pengetahuannya. Natuna merupakan pulau terluar yang dekat perbatasan Laut Tiongkok Selatan.

”Kita mengharapkan mahasiswa KKN tahun ini bisa merasakan atmosfer kehidupan masyarakat perbatasan dan bisa beradaptasi dan memberikan kontribusi kepada masyarakat,” kata Endri saat akan melepas mahasiswanya di Pelabuhan Sribayintan Kijang.

Baca Juga :  YKI Gelar Pemeriksaan Kanker Serviks Gratis

Menurutnya, tantangan bagaimana mengubah pola pikir dan melebur dengan masyarakat desa di perbatasan adalah peran yang harus dijalankan sebagai seorang mahasiswa sesuai Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan dan Pengajaran, Penelitian dan Pengembangan serta Pengabdian kepada Masyarakat.

Untuk itu, Endri berpesan, mahasiswa harus menjaga sikap, diri serta mampu memberikan yang terbaik bagi wilayah yang menjadi sasaran KKN. Desrian Effendi S Sos MPM selaku Ketua Panitia Pelaksana KKN menambahkan, pelaksanaan KKN di Natuna tahun 2017 lalu telah dievaluasi sebelumnya. Sehingga, pelaksanaan KKN di Natuna tahun 2018 ini ada sejumlah pembenahan yang menjadi atensi bagi mahasiswa-mahasiswi.

Baca Juga :  Natuna Harus Belajar Kelola Wisata ke Lombok

”Ada penambahan program yang akan dilaksanakan di Natuna, yaitu bekerjasama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN). Stisipol Raja Haji bekerjasama dengan BKKBN untuk melengkapi data penduduk dan melakukan koordinasi dan memberikan komunikasi, informasi dan edukasi kepada masyarakat dalam mengendalikan membentuk keluarga berencana. Seperti halnya membantu dalam menyukseskan Program Kampung KB,” jelas Desrian.

Mahasiswa KKN harus mampu berkomunikasi dengan masyarakat dan bisa menyelesaikan persoalan yang dihadapi. (abh)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here