18 Kampung Tua Siap Dikeluarkan dari HPL BP

0
42
GERBANG Kampung Tua Teluk Mata Ikan di Nongsa Batam. Kampung ini akan dipertahankan oleh Pemko Batam sebagai perkampungan yang tidak bisa dijadikan kawasan bisnis. f-istimewa
Sebanyak 18 Kampung Tua, sudah selesai didata dan tinggal sinkronisasi data dengan Badan Pengusahaan (BP) Batam. Diharapkan, yang sudah selesai diverifikasi, akan dilepas dari HPL BP Batam.

BATAM – 19 titik Kampung Tua masih akan diverifikasi dan ditargetkan dalam tiga bulan ke depan sudah selesai semua.

Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, Senin (8/4) mengungkapkan, mereka saat ini menggesa penyelesaian Kampung Tua. Setelah sebelumnya, Menteri ATR datang dan menyerahkan sertifikat lahan Kampung Tua. ”Itu mendorong semangat kawan-kawan. Sekarang lebih serius untuk menggesa Kampung Tua,” bebernya.

Diakui, dari 37 titik Kampung Tua yang ada, dari koordinasi dengan koordinator Kampung Tua, 19 yang sudah ada titik terang. Diharapkan, dalam waktu dekat, Kampung Tua akan selesai, terlebih setelah kehadiran Presiden RI, Joko Widodo dua hari sebelumnya.

”Jadi sesuai diminta Presiden, kita akan menyelesaikan dalam tiga bulan selesai,” sambungnya.

Diakui, pihaknya melakukan koordinasi terkait luasan lahan. Saat ini singkronisasi dengan BP Batam. Rapat dilakukan Amsakar sesuai arahan Wali Kota Batam, HM Rudi, bersama dengan Imam Bahroni dari BP Batam dan Yusfa Hendri (Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan).

”Seluruh data kita kirim ke BP dan data BP kirim ke kita. Harapan minggu depan sudah dikirim hasil ke pusat. Sehingga dua minggu ke depan, diharapkan sudah keluar hasilnya,” harap Amsakar.

Namun soal gambaran luas lahan Kampung Tua, Amsakar mengaku menunggu kesepakatan tim. Demikian dengan langkah ke depan, apakah titik sekaligus diajukan atau yang sudah selesai dulu pendataan, pihaknya menunggu kesepakatan bersama dengan BP.

”Kita lihat bagaimana kesepakatan dalam tim. Kalau seandainmya tim mau pakai tahapan, kita pakai tahapan. Kalau serentak, kita pakai itu. Tapi ini (yang selesai) bisa langsung ditetapkan, karena 18 sudah kemajuan baik,” harapnya.

Diakui, 18 titik Kampung Tua yang sudah selesai pendataan itu dan sinkronisasi data, perlu ada langkah lanjutan. Di antaranya, seperti Tanjung Uma, yang perlu dikeluarkan dari hutan lindung. Dengan demikian, maka masyarakat akan mendapat kepastian.

”Semoga selesai cepat, agar tidak menjadi PR dari waktu ke waktu,” imbuhnya.

Dikatakan, masih ada opsi apakah masih dalam HPL BP Batam, atau dikeluarkan. Namun disebut jika masyarakat lebih memilih dikeluarkan dari HPL BP Batam.

”Ada opsi, apakah masih dalam HPL BP atau tidak. Tapi masyarakat minta dikeluarkan saja. Jadi nanti Menteri ATR keluarkan beberapa titik dari wilayah HPL BP saat ini supaya lebih meringankan,” ujarnya lagi.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here