18 Orang Bebas, 1.423 Dapat Remisi

0
474

Puji Syukur Napi di Kepri Menjelang Lebaran

Jika selama ini mendekam di penjara dan tidak bisa kumpul dengan anak, istri, keluarga dan kerabat, 18 narapidana ini akhirnya bisa merayakan Idul Fitri bersama karena bebas setelah mendapatkan remisi.

TANJUNGPINANG – PADA momentum Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah/2018 ini, sekitar 1.423 narapidana (Napi) khususnya yang beragama muslim mendapatkan remisi di Kepri. Sedangkan napi yang dinyatakan langsung bebas sebanyak 18 orang.

Kepala Kanwil KemenkumHAM Kepri, Devisi Pemasyarakatan Dedi Handoko melalui Humas MenkumHAM Rinto menjelaskan, tahun ini tidak ada tradisi penyerahan remisi lebaran yang dilakukan secara simbolis oleh Gubernur ataupun Wakil Gubernur Kepri.

”Diserahkan langsung oleh masing-masing kepala Lapas maupun Rutan,” terang Rinto kepada Tanjungpinang Pos, kemarin.

Lebih lanjut Rinto memaparkan Pemberian Remisi Khusus (RK) I atau potong masa tahanan dan RK II atau bebas setelah mendapat remisi, lebih didominasi Lapas Kelas IIA Kota Batam yakni sebanyak 561 orang.

Adapun rincian untuk masing-masing kabupaten/kota yang memberikan remisi Idul Fitri tahun ini, Lapas Kelas IIA Tanjungpinang remisi khusus 278 orang, sedangkan yang langsung bebas sebanyak 3 orang.

Selanjutnya, Lapas Kelas IIA Batam, jumlah napi yang mendapat remisi khusus 555 orang, sedangkan yang langsung bebas sebanyak 6 orang. Selanjutnya, Lapas Narkotika Kelas IIA Tanjungpinang jumlah remisi khusus 61 orang, sedangkan yang langsung bebas 4 orang.

Selanjutnya, LPKA Kelas II Batam yang menerima remisi khusus 30 orang, sedangkan yang bebas satu orang. Selanjutnya, LPP kelas IIB Batam remisi khusus 92 orang.

Rutan Kelas I Tanjungpinang 55 orang. Rutan Kelas IIA Batam 154 orang, bebas satu orang. Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun 146 orang yang bebas 3 orang. Terakhir cabang Rutan Dabo Singkep dapat remisi khusus 34 orang.

Dirjen Pemasyarakatan Sri Puguh Budi Utami mengatakan saat ini napi dan tahanan yang menghuni lapas dan rutan berkisar 250 ribu orang. Sedangkan, kapasitas atau daya tampung yang tersedia hanya untuk 124 ribu orang.

”Remisi ini paling dapat mengurangi kelebihan daya tampung karena napi dapat lebih cepat bebas dengan pengurangan masa menjalani pidana sekaligus menghemat anggaran negara,” ucap Sri dalam keterangan persnya.

Ia menambahkan, remisi yang diberikan diharapkan dapat memotivasi narapidana agar mencapai penyadaran diri untuk terus berbuat baik. Sehingga, manjadi warga yang berguna bagi pembangunan baik selama maupun setelah menjalani pidana.

”Selain itu, pemberian remisi juga merupakan wujud negara hadir untuk memberikan penghargaan bagi warga binaan atas segala pencapaian positif itu,” ungkapnya.

Dari 80.430 napi yang mendapat remisi khusus hari raya, 51.775 napi mendapat remisi sebanyak 1 bulan, 21.399 sebanyak 15 hari, 6.125 sebanyak 1 bulan 15 hari, dan 1.131 sebanyak 2 bulan.

Lima kantor wilayah Kementerian Hukum dan HAM yang terbanyak memperoleh remisi yakni, Jawa Barat sejumlah 8.654 napi, Jawa Timur 6.947 napi, Sumatera Selatan 6.228 napi, Sumatera Utara 5.780 napi, Jawa Tengah 5.717 napi dan Kalimantan Timur 4.773 napi. (SUHARDI-MARTUNAS/humas)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here