185 Karung Limbah Sludge Oil dari Pantai

0
84
LIMBAH buangan yang mengotori Pantai Nongsa, Batam. Belum lama ini TNI AL menagkap kapal asing membuang limbah. F-ISTIMEWA/tanjungpinang pos

DLH Periksa Sampel Limbah Sludge Oil

Sebanyak 185 karung limbah sludge oil dikumpulkan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Batam dari Pantai Nongsa. Contaminated sludge oil dikumpulkan, sebanyak 140 karung di Nongsa Village dan 45 karung mini bag di Turi Beach. Sampel limbah juga diambil untuk diperiksa. Namun pembersihan limbah itu belum selesai dilakukan.

BATAM – Kepala DLH Batam, Herman Rozie mengatakan, juga menurunkan tim untuk mengambil sampel dan membersihkan limbah tumpahan minyak di pantai Nongsa, Kamis (11/4). ”Sehari sebelumnya tim DLH juga sudah turun ke pantai di dalam kawasan Sanggraloka Nongsa,” jelasnya.

Disebutkan, limbah yang sudah dikumpulkan, sebanyak 140 karung di Nongsa Village. Selain itu ada 45 karung mini bag di Turi Beach. ”Proses pembersihan kemarin belum selesai karena air sudah pasang. Hari ini kita lanjutkan lagi,” tutur Herman.

Diakui, tumpahan minyak di Pantai Nongsa ini diketahui Selasa (9/4) sekitar pukul 15.45 WIB. Kemudian, tim yang dipimpin Kepala Bidang Perlindungan Lingkungan Hidup turun kelokasi untuk mengambil sampel dan membantu membersihkan pantai yang tercemar.

”Tim juga dibantu 20 orang tenaga Satgas Bidang Pengelolaan Persampahan (P2) bagian drainase,” ujarnya.

Herman mengatakan karena anggaran tidak tersedia di DLH Kota Batam, maka pihaknya meminta bantuan ke Pemerintah Provinsi Kepri yang memiliki kewenangan wilayah laut. ”Kita akan menyampaikan laporan tertulis kepada Gubernur Kepulauan Riau, cq BLHK Kepri untuk ditindaklanjuti sesuai kewenangan,” sambungnya.

Herman mengatakan, kondisi ini menjadi musibah musiman bagi Kota Batam. Berbagai upaya sudah dilakukan di tingkat pusat dalam kordinasi Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman. Upaya untuk tangkap tangan kapal-kapal yang diduga membuang limbah ke laut juga dilakukan.

”Terakhir kita rapat dengan instansi terkait di Kemenko Maritim untuk membuat berbagai SOP (standard operational procedure) penanggulangan maupun pencegahan,” imbuh Herman.

Kata Ahmad, limbah minyak berwarna hitam dan lengket ini terlihat di beberapa pantai di Kecamatan Nongsa, Batam. Beberapa kawasan resort di Batam, bagian pantainya banyak dipenuhi limbah minyak ini.

Saat ini pihaknya telah membersihkan sekitar 165 karung limbah minyak dari kawasan resort ini. Jumlah ini diakuinya masih akan bertambah karena memang setiap air pasang, limbah ini akan terdampar di perairan bagian timur Batam ini.

”Ini tahunan, tapi belum ada solusi mengatasinya. Perlu pencegahan. Tahun 2018 lalu, kita bersihkan sampai ada lebih dari 1.000 karung,” kata Ahmad.

Disebutkan, kondisi ini mempengaruhi kunjungan wisatawan yang ingin berlibur, khususnya di resort-resort di Nongsa. ”Ada juga yang diakui sampai membatalkan agenda liburan mereka karena pencemaran yang terjadi di beberapa pantai,” sesalnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here