2.320 Pencaker Batam Terima Sertifikat Keahlian

0
54
Penyerahan sertifikat, sekaligus penutupan pelatihan dihadiri Wali Kota Batam, HM Rudi, Senin (15/10) di PIH Batam Centre. F-ISTIMEWA

Pemerintah Kota Batam memfasilitasi 2.320 orang calon tenaga kerja di Batam, untuk mendapat keahlian. Mereka mendapat sertifikat keahlian melalui program pelatihan peningkatan kemampuan dan pendidikan pelatihan keterampilan. Usai proses yang dilakukan para pencaker mendapat sertifikat.

BATAM – Penyerahan sertifikat, sekaligus penutupan pelatihan dihadiri Wali Kota Batam, HM Rudi, Senin (15/10) di PIH Batam Centre. Menurut Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti, pelatihan tahun ini, dianggarkan Rp13 miliar. Anggaran itu diperuntukkan, untuk pelatihan 2.320 tenaga kerja dan pencari kerja.

”Anggaran ini berasal dari dana perpanjangan Izin Mempekerjakan Tenaga Kerja Asing (IMTA). Jumlahnya tahun lalu sekitar Rp13 miliar,” kata Rudi.

Dibeberkan, sebanyak Rp 5,8 miliar untuk pelatihan 969 pencari kerja. Dan Rp 7,8 miliar untuk peningkatan kompetensi 1.351 tenaga kerja. Jumlah 2.320 ini menurut Rudi berkurang dari tahun sebelumnya. Tahun 2017 Disnaker Batam menggelar pelatihan untuk 2.553 pencari kerja dan tenaga kerja.

”Jenis pelatihannya ada banyak. Didominasi industri dan pariwisata. Industri 971 orang, pariwisata 833 orang,” paparnya.

Rudi mengatakan pelaksanaan pelatihan dilakukan bekerjasama dengan lembaga pelatihan dan sertifikasi. Jadwal tiap jenis pelatihan berbeda, begitu juga dengan lama pelatihannya. Adapun peserta pelatihan pencari kerja merupakan hasil seleksi yang telah dilakukan Januari lalu.

”Sementara untuk peningkatan kompetensi tenaga kerja, peserta mendapat rekomendasi perusahaan dan asosiasi profesional tertentu,” beber dia.

Wali Kota Batam, HM Rudi menyampaikan, kegiatan ini sebagai bentuk upaya pemerintah mengubah Batam jadi lebih baik. ”Saya coba semampu saya, supaya Batam ini betul-betul, baik kotanya maupun manusianya, dalam waktu tidak terlampau lama lagi, bisa berubah seperti Power Rangers,” kata dia.

Di sisi lain, Rudi mengatakan, melalui pengembangan industri pariwisata, pemerintah berupaya bagaimana agar warga asing semakin banyak datang ke Batam.

”Jadi betul yang dilakukan Disnaker ini, kuota terbesar pelatihan diberikan pada sertifikasi pariwisata tahun ini karena sangat penting,” imbuhnya. (MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here