20 Desa Belum Tuntaskan Pekerjaan 2016

0
444
SAMPAIKAN SAMBUTAN: Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam menyampaikan sambutan saat membuka rapat evaluasi dana desa dan ADD 2016. f-istimewa/humas pemkab bintan

BINTANBUYU – Sebanyak 20 desa dari 36 desa di Kabupaten Bintan, belum menuntaskan pekerjaan dari sumber Dana Desa (DD) tahun anggaran 2016.

Hal ini terungkap pada saat Pemkab Bintan mengevaluasi Dana Desa (DD) dan Alokasi Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016, di Aula Kantor Bupati Bintan, Bintan Buyu, Kamis (16/2).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Bintan Ronny Kartika menyampaikan, setelah melihat perkembangan penyerapan DD, ada tiga desa yang belum menyerahkan laporan tahap 2 penggunaan DD tahun anggaran 2016.

Tiga desa itu yaitu Desa Penaga, Desa Sebong Lagoi dan Desa Pengikik (Tambelan). Sedangkan 17 desa lainnya, angka serapan DD 2016 baru mencapai 80 persen. Sedangkan pekerjaan dari sumber Anggaran Dana Desa (ADD) tahun anggaran 2016, ada 29 desa yang serapannya sudah di atas 80 persen hingga saat ini.

Padahal, penyaluran DD dari APBN (pusat) maupun ADD (APBD Bintan) terus mengalami peningkatan yang cukup signifikan. Sebagai perbandingan, tahun 2015 total DD dan ADD mencapai Rp 23 miliar.

Sedangkan tahun 2016 meningkat, menjadi Rp 65 miliar. Untuk tahun 2017 ini, DD dan ADD diperkirakan mencapai Rp 72 miliar, 36 desa se-Kabupaten Bintan.

”Kita ingatkan, agar pemerintah desa benar-benar maksimal melaksanakan pekerjaan atau kegiatan, dari DD maupun ADD ini. Jangan ada yang belum tuntaskan pekerjaan. Atau lambat menyerahkan laporan penggunaan dana itu,” kata Ronny Kartika.

Wakil Bupati Bintan H Dalmasri Syam menyambut baik kegiatan evaluasi DD dan ADD tersebut. Kegiatan ini merupakan langkah strategis. Karena, penggunaan DD dan ADD bagi perkembangan dan pembangunan Desa itu sangat penting.

”Makanya, perlu kita evaluasi pekerjaan pemerintah desa dari sumber dana DD maupun ADD ini. Setelah kita evaluasi, masih banyak desa yang kekurangan tenaga teknis, tenaga administrasi keuangan. Sehingga laporan terkendala. Oleh sebab itu, kita berikan petunjuk teknis tentang pengelolaan DD kepada seluruh Kades dan perangkat desa ini,” tutup Dalmasri Syam. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here