200 Warnet Tak Punya Izin

0
694
Razia warnet: Sejumlah polisi saat memeriksa salah satu warnet di Tanjungpinang dalam razia yang digelar beberapa waktu lalu. f-raymon/tanjungpinang pos

Keberadaan warnet sudah banyak disalahgunakan. Pengusaha warnet mayoritas hanya ingin menangguk keuntungan sebesar-besarnya, tanpa menyaring siapa yang layak jadi konsumennya.

TANJUNGPINANG – Fenomena warnet menjadi tempat tongkrongan bagi anak usia dini sampai larut malam sudah terjadi sejak lama. Bahkan, banyak anak yang nekat melakukan kejahatan hanya untuk biaya tarif warnet.

Meski masih banyak warnet digunakan untuk mencari sumber informasi dan tempat belajar, tapi tidak sedikit pula yang menjadikan warnet tempat baik game, bahkan tempat nonton film yang dilarang dilihat oleh anak-anak dan remaja.

Akibatnya, kasus anak berhadapan dengan hukum semakin meningkat. Hal ini membuat Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmasyah meminta Satuan Pamong Polisi untuk menertibkan warnet yang buka hingga pagi hari.

Baca Juga :  SWRO Disubsidi Rp 1 Miliar

Beberapa kasus yang terjadi di Tanjungpinang, anak yang berhadapan dengan hukum seperti kasus pencurian sepeda motor banyak beralasan uang hasil curian tersebut digunakan untuk bermain warnet. Wali Kota Tanjungpinang Lis Darmansyah mengatakan, Satpol PP mesti melakukan peneguran dan pembinaan kepada pemilik warnet yang masih mengizinkan kepada anak-anak bermain sampai malam hari.

”Satpol PP harus sering patroli, khususnya di jam malam dan itu harus konsisten. Tegur atau tindak warnet yang masih buka hingga pagi,” katanya Rabu (18/10).

Baca Juga :  Pemprov Batal Bangun Fasum Teluk Keriting

Lis menyebutkan, perlunya pengawasan yang ketat terhadap warnet juga untuk memantau perizinan warnet. ”Pemerintah bukan mau mematikan semua usaha, intinya kita melakukan pembinaan dengan memberikan peneguran pertama hingga ketiga. Warnet di Tanjungpinang ada sekitar 300. Yang punya izin hanya 100 lebih. Ini perlu penertiban. Seharusnya Satpol PP melakukan tindakan kepada warnet yang tidak mempunyai izin,” sebutnya.

Kasatpol Kota Tanjungpinang Efendi menyebutkan, untuk warnet yang masih buka hingga pagi hari sudah diberikan peringatan mulai dari satu hingga ketiga. ”Untuk anak-anak di bawah umur yang bermain warnet, pihaknya sudah melakukan razia,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Gelar Buka Puasa Bersama

Efendi mengatakan, dalam razia warnet sudah menjaring 10 orang anak-anak, mereka diberikan surat pernyataan untuk orang tua dan dilaporkan kepada sekolahnya. Pembinaan anak sekolah itu lebih tepat dari sekolah dan orang tua. ”Kita mulai razia dari pukul 223.00 WIB dan saat ini belum ada warnet yang dicabut izinnya,” ujarnya. (RAYMON)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here