2017, Apri-Dalmasri Bangun Islamic Terpadu

0
462
TINJAU LOKASI: Bupati Bintan H Apri Sujadi dan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah M Setioso, serta Kabag Agraria Henrio Karyadi meninjau lokasi pembangunan Islamic terpadu, di Kijang, kemarin. F-ISTIMEWA/humas pemkab bintan

KIJANG – Tahun anggaran 2017 ini, kepala daerah Apri-Sujadi membangun kawasan Islamic terpadu di Kijang, Bintan Timur. Konsep pembangunan yang menggunakan dana ratusan juta ini, perpaduan kawasan community center dan Islamic terpadu.

Fasilitas yang bakal disediakan di Islamic terpadu itu antara lain perpustakaan pintar, museum mini, arena permainan anak serta infrastruktur pendukung.

Sedangkan di lokasi Islamic terpadu didirikan bangunan bagi pembinaan tahfiz, dengan landscape yang bisa menjadi objek wisata baru. Seperti tugu adipura, taman dengan air mancur, serta beberapa infrastruktur arsitek budaya Melayu.

”Kita sudah meninjau lokasinya bersama Pak Bupati Bintan, H Apri Sujadi. Dana pembangunannya, tidak hafal, ratusan juta rupiah gitu la,” kata M Setioso, Kepala Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Bintan, Senin (20/2) kemarin.

Bupati Bintan Apri Sujadi mengatakan, pembangunan kawasan Islamic terpadu tersebut nantinya diharapkan akan meningkatkan nilai-nilai keislaman, dan pembelajaran agama Islam yang disejalankan dengan pusat rekreasi masyarakat berbasis budaya melayu.

”Nanti di kawasan ini akan dibangun rumah tahfiz untuk masyarakat belajar agama. Berdampingan dengan kawasan tersebut dibangun kawasan community center,” terang Apri usai meninjau lokasi rencana pembangunan tersebut, Senin (20/2).

Ia menambahkan, kombinasi pembangunan dua kawasan tersebut diharapkan akan semakin meningkatkan pertumbuhan ekonomi masyarakat dengan meningkatnya jumlah kunjungan ke masyarakat. Untuk para pedagang juga akan disediakan tempat berjualan pada hari libur. Sehingga lokasi ini juga dapat dijadikan tujuan wisata lokal dan dari luar daerah.

”Kawasan community center dan kawasan islam terpadu harus memiliki tiga konsep karakter utama yaitu berbasis masyarakat (community based), berbasis sumber daya setempat (local resource based) dan yang penting berkelanjutan (sustainable), sehingga di akhir pekan masyarakat dapat melakukan rekreasi,” katanya.

Bila terealisasi proyek tersebut, lanjutnya, maka Kijang akan semakin menjadi wilayah yang sangat nyaman untuk dikunjungi dan tentunya kental akan budaya Melayu yang religi. (fre/aan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here