2018, Anggaran untuk Beasiswa Kosong!

0
378
BERSAMA SISWA: Simon Awantoko bersama siswa SDN 004 Tanjungpinang Timur. f-TUNAS/TANJUNGPINANG POS

TANJUNGPINANG – Sama seperti dua tahun sebelumnya, kini anggaran beasiswa kembali tidak ada. Hal ini menjadi sorotan dari berbagai elemen termasuk anggota DPRD Tanjungpinang.

Seperti diutarakan Anggota Komisi I DPRD Tanjungpinang, Simon Awantoko. Ia mengaku terkejut jika tiga tahun terakhir beasiswa kepada siswa berprestasi dan tak mampu ditiadakan. Padahal, dari DPRD Kota Tanjungpinang tidak pernah mencoret anggaran tersebut.

”Kami dari DPRD tidak pernah mencoret anggaran beasiswa jika diajukan. Kami berharap terus diadakan untuk membantu keperluan siswa. Bahkan para mahasiswa yang akan melanjutkan pendidikan,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos, belum lama ini.

Ia mengaku, pihak DPRD sangat mendukung program-program untuk pendidikan. Mulai dari buku gratis, bantuan kepada siswa tak mampu dan berprestasi melalui beasiswa. Bahkan jika Pemko ingin merealisasikan uang seragam gratis, ia secara pribadi maupun Komisi I dan secara umum DPRD Tanjungpinang akan mendukung.

Untuk kemajuan pendidikan memang butuh pengorbanan anggaran, tidak bisa bicara kemajuan pendidikan hanya keinginan tetapi harus ada tindakan nyata melalui program-program. Hanya saja untuk merealisasikan ini, butuh kebijakan dari kepala daerah, jika dinilai perlu maka akan dapat dilaksanakan. Ia memastikan belum pernah anggota DPRD menolak kegiatan pendidikan apalagi berhubungan dengan siswa. Meski demikian, harus diakui, alasan keterbatasan anggaran yang membuat program tersebut tidak terealisasi.

Padahal ada banyak siswa prestasi dan tak mampu membutuhkan. Mulai dari tingkat SD, SMP yang kini menjadi kewenangan Pemko. ”Semoga di tahun-tahun berikutnya anggaran beasiswa ada dan dapat dilaksanakan. Ini demi kemajuan pendidikan Tanjungpinang,” tambahnya.

Bukan tidak mungkin Tanjungpinang menjadi Kota Pendidikan mengingat kondisi lingkungan yang aman dan baik. Hanya saja perlu penyusunan strategi mulai dari kondisi bangunan sekolah, tenaga pengajar dan ketersediaan sarana pendukung lainnya. (dlp)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here