2018, As-Sakinah Buka SMP

0
1915
TINJAU: Wakil Ketua I DPRD Tanjungpinang, Ade Angga didampingi ketua yayasan Muqtafin meninjau SDIT As-Sakinah. F-martunas/tanjungpinang pos

Siswa Dibekali Banyak Kemampuan

TANJUNGPINANG – SUKSES menyelenggarakan pendidikan berbasis Islam untuk SD, TK dan PAUD, pihak yayasan As-Sakinah akan mengembangkan program jenjang pendidikan SMP.

Hal itu disampaikan Ketua Yayasan As-Sakinah Muqtafin saat menerima kunjungan kerja Wakil Ketua I DPRD Kota Tanjungpinang, Ade Angga di Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) As-Sakinah Perumahan Taman Harapan Indah II Jl. D.I Panjaitan Batu 9, Senin (15/5). Untuk SMP As-Sakinah lokasinya berbeda dengan lokasi SDIT As-Sakinah.

”Sekarang sudah dibangun empat lokal di daerah Sebauk-Senggarang,” ujar Muqtafin.

Pihaknya akan menerima siswa pertama tahun ajaran 2018/2019 mendatang. Pihanya akan mempersiapkan sarana prasarananya dulu termasuk guru dan keperluan sekolah lainnya.

Sesuai masukan yang diterimanya dari mantan Bupati Bintan, Ansar Ahmad, As-Sakinah ini hendaknya dikembangkan sekolah berbasis agama Islam namun tetap mengedepankan kemampuan berbahasa asing bagi siswanya.

Sebab, berdasarkan pengalamannya selama ini, penerimaan tenaga kerja tak cukup hanya berbekal disiplin dan skill. Namun, kemampuan bahasa sangat diutamakan. Untuk SMP nanti, siswanya sekolah asrama atau boarding school. Tiga program akan dijalankan di sana selain proses pembelajaran seperti biasa selama ini.

Tiga program tambahan itu adalah belajar Bahasa Inggris, Bahasa Arab serta kemampuan menghafal Alquran. Dengan demikian, siswa yang akan masuk ke SMP As-Sakinah tahun depan harus siap masuk asrama dan belajar Bahasa Inggris, Bahasa Arab serta menghafal Alquran.

”Kalau SD, mereka bisa menghafal 2 juz. Rata-rata 1 juz sudah hafal. Kalau SMP nanti, tamat harus bisa hafal 6 juz selain kemampuan Bahasa Inggris dan Arab,” tambahnya.

Ade Angga mengatakan, program itu sangat bagus dan pemerintah akan mendorong sekolah swasta yang menyediakan sekolah tempat belajar siswa. Apalagi, disiplin dan ilmu agama tidak bisa dipisahkan dari siswa.

”Sangat lengkap jika diberi tambahan kemampuan berbahasa asing,” katanya saat berbincang di kantin sekolah itu.

Soal uang masuk, uang asrama serta uang sekolah bulanan, pihak yayasan belum membahasnya sampai ke sana. Mereka sedang mempersiapkannya dulu dengan sangat matang.

Yang jelas, meski As-Sakinah terkenal salah satu swasta yang mahal di Tanjungpinang, namun tetap lebih mahal beberapa sekolah swasta lainnya.

SDIT As-Sakinah ini misalnya, uang masuknya sebagian kalangan menilai mahal, namun tetap jadi rebutan. Sebab harus diakui, meski mahal bila kualitasnya bagus pasti akan tetap dipilih para murid orangtua.(DESI LIZA PURBA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here