2018, DAK Parawisata Rp 2,4 M

0
365
Pebrialin

BATAM – Kepala Dinas Parawisata (Dispar) Batam, Pebrialin mengungkapkan, tahun 2018 ini, jumlah dana alokasi khusus (DAK) Parawisata dari pemerintah pusat, Rp2,4 miliar. Jumlah itu diakui meningkat dibanding tahun 2017, yang nilainya hannya Rp1,2 miliar. DAK itu dialokasikan untuk pembangunan di Pantai Dendang Melayu, Barelang.

Menurut Pebrialin, Minggu (14/1) di Batam, soal DAK sebenarnya ada tahun 2017, sebanyak 1,2 miliar. ”Untuk tahun ini, Rp2,4 miliar. ”Kita gunakan untuk bangun gisik didendang Melayu. Karena sebelumnya kan sudah ada desain penataan Dendang Melayu. Jadi kita teruskan,” ungkapnya.

Dijelaskan, nanti ada pembangunan untuk pedagang kaki lima di dendang Melayu, selain untuk jalan setapak, kebawah dekat pantai. ”Jadi ada beberapa bangunan yang akan ditambah untuk pedagang. Jadi pedagang disana akan ditempatkan didalam. Kita benahi tempat mereka berdagang,” jelasnya.

Diakui, pembangunan akan dilakukan secepatnya diawali dengan lelang untuk pembangunan. ”Karena dendang melayu menjadi areal pantai yang melanjutkan yang sudah dikembangkan sebelumnya. Karena anggaran terbatas, maka kita lakukan terbatas,” imbuh Pebrialin.

Terkait dengan promosi parawisata, diakui akan dilakukan di dalam negeri. Promosi keluar negeri diakui tidak disiapkan karena anggaran dana yang terbatas. ”Kalau promosi didalam saja, kita buat brosur. Tidak ada promosi keluar karena keterbatasan dana,” jelasnya.

Sebelumnya, anggota Komisi II DPRD Kota Batam Hendra Asman mendorong Pemerintah Kota (Pemko) Batam melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Batam agar mampu menciptakan promosi-promosi secara maksimal serta melakukan pembenahan objek wisata agar wisatawan mancanegara dan lokal tertarik ke berkunjung ke Batam.

”Tentunya promosi pariwisata ini akan dibantu oleh semua pihak, khususnya program atau kegiatan pariwisata di BP Batam. Sinergitas kedua lembaga ini bisa mewujudkan Batam sebagai salah satu daerah wisata di Indonesia,” kata Hendra.

Dia mengatakan posisi Batam yang berbatasan langsung dengan Singapura dan Malaysia menjadikan daya tarik serta nilai tambah bagi wisatawan mancanegara dan lokal. Apalagi jika pemerintah daerah serius membangun dan memperbaiki destinasi-destinasi yang ada.

”Kita sudah mendengar kalau BP akan membangun destinasi baru sebagai penunjang wisata. Tentunya ini harus disinergitaskan dengan Pemko Batam yang mendapatkan target kunjungan wisatawan dan sebagai pendapatan ke kas daerah,” katanya.

Hendra juga mengatakan, sektor-sektor lainnya yang mendukung pariwisata juga harus dibenahi seperti kenyamanan transportasi bagi wisatawan. Permasalahan antara trasnportasi konvensional dan online harus segera diselesaikan dengan mengeluarkan kebijakan yang jelas dan tidak memberatkan pihak manapun.

”Dan satu lagi yang tidak kalah penting adalah Dinas Perhubungan harus segera menyelesaikan masalah tranportasi yang baik di kota Batam ini,” kata politisi Golkar ini.

Menurut dia, di tengah lesunya kondisi perekonomian di Batam saat ini dan sepinya pengusaha untuk berinvestasi di Batam, membuat pemerintah daerah beralih untuk menggalakkan atau menggenjot sektor pariwisata. Namun untuk kembali menghidupkan sektor pariwisata di Batam, tak semudah membalikkan telapak tangan.

”Dibutuhkan aspek lainnya yang harus juga ditingkatkan, semisal keamanan, kenyamanan serta pembenahan transportasi umum,” ujarnya.(mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here