2018, Dana Desa Kepri Turun Rp 6,6 Miliar

0
901
TINJAU: Kadis PUPR Pemkab Bintan, Juni Rianto saat meninjau pembangunan tahap I Jembatan Desa Pengujan, baru-baru ini. f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Jumlah penerimaan Dana Desa (DD) untuk wilayah Provinsi Kepri pada tahun 2018 menurun. Penurunan tersebut sampai pada angka sekitar Rp 6,6 miliar.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pendudukan dan Pencatatan Sipil (DPMD Dukcapil) Provinsi Kepri, Sardison memaparkan, pada tahun 2018 penerimaan Dana Desa untuk Kepri mengalami penurunan.

Tahun 2017, Dana Desa untuk 275 desa di Kepri sekitar Rp 228 miliar. Tahun 2018 nanti menjadi Rp 221,5 miliar.

”Iya memang turun. Tapi, tidak terlalu signifikan,” ungkapnya, Selasa (5/12) di Gedung Daerah, Tepilaut Menurut Sardison, meski secara umum penerimaan Dana Desa menurun tahun depan, namun tidak semua desa di Kepri akan mengalami penurunan penerimaan Dana Desa tahun depan.

Malah ada desa nanti yang akan meningkat penerimaan Dana Desa-nya. Hal tersebut dipengaruhi adanya penambahan indikator perhitungan oleh pemerintah pusat terhadap penerimaan dana desa.

”Ada sejumlah indikator yang digunakan pemerintah pusat sebagai acuan pengalokasian dana desa, diantaranya menyangkut kinerja, tingkat kemiskinan, jumlah penduduk, kondisi geografis, kemiskinan, dan lainnya,” ucapnya.

Ia menambahkan, dengan sudah diinformasikannya besaran Dana Desa yang akan diperoleh untuk masing-masing desa, maka dapat digunakan sebagai asumsi penerimaan desa dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes).

”Buatlah perencanaan yang komprehensif, libatkan masyarakat, dan tetapkan skala prioritas sehingga benar-benar memberikan dampak bagi peningkatan kesejahteraan, kualitas hidup, dan mengurangi angka kemiskinan,” pesannya.

Ia juga berharap agar aparatur desa dapat mengelola Dana Desa ini dengan baik, sehingga dapat digunakan untuk memanfaatkan potensi lokal yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

”Potensi lokal dan pergerakan ekonomi desa harus digali, dikembangkan melalui Dana Desa. Intinya bagaimana Dana Desa menghasilkan PAD dengan kegiatan yang kreatif dan pengembangan individu masyarakat,” tuturnya.

Karimun Dapat Catatan Buruk
Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Negara Kementerian Keuangan Provinsi Kepri Heru Pudya Nugroho menyampaikan, salah satu daerah yang serapan dana desa di wilayah Kepri yang menjadi perhatiannya adalah Kabupaten Karimun.

Menurut Heru buruknya serapan Dana Desa di Karimun bukan karena faktor kesengajaan, melainkan perangkat kepala OPD hingga aparatur desa setempat sangat hati-hati terhadap sistem administrasi terhadap pengelolaan penggunaan Dana Desa.

”Mereka kurang efektif ternyata bukan faktor kesengajaan, tetapi sangat hati-hati dalam sistem administrasinya. Namun kami sudah meminta supaya ke depan untuk kerja ekstra, agar tak mengganggu sistem,” ucap Heru, baru-baru ini. (ais)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here