2018, Ekspor Kepri Rp189 Triliun

0
483
MOBIL trailer usai mengantar barang-barang ekspor di Pelabuhan Sribayintan Kijang, belum lama ini.f-martunas/tanjungpinang pos

Cukup membanggakan. Di tengah kondisi Kepri yang masih krisis, namun nilai ekspor Kepri sepanjang 2018 lalu meningkat dibandingkan tahun 2018. Nilai ekspor Kepri tahun 2018 mencapai Rp1,89 triliun.

TANJUNGPINANG – ADAPUN total nilai ekspor Kepri tahun 2017 lalu sebesar Rp174,5 triliun. Sedangkan ekspor Kepri secara kumulatif mulai Januari-Desember 2018 sebesar US$13.280,26 juta atau sekitar Rp188,9 triliun dengan kurs Rp14.225/US$.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Kepri, nilai ekspor Kepri Desember 2018 sekitar US$1.321,62 juta atau sekitar Rp18,79 triliun. Nilai tersebut naik sebesar 17,27 persen dibanding ekspor November 2018.

Adapun ekspor migas Desember 2018 mencapai US$639,46 juta atau naik 91,08 persen dibanding November 2018. Ekspor nonmigas Desember 2018 mencapai US$682,16 juta atau turun 13,90 persen dibanding November 2018.

Baca Juga :  Kenalkan KEK dan KI Batam di Malaysia

Secara nasional, nilai ekspor Indonesia Desember 2018 mencapai US$14,18 miliar atau sekitar Rp201,71 triliun atau menurun 4,89 persen dibanding ekspor November 2018. Demikian juga dibanding Desember 2017 menurun 4,62 persen.

Ekspor nonmigas Desember 2018 nasional mencapai US$12,43 miliar, turun 8,15 persen dibanding November 2018. Demikian juga dibanding ekspor nonmigas Desember 2017, turun 7,01 persen.

Secara kumulatif, nilai ekspor Indonesia Januari-Desember 2018 mencapai US$180,06 miliar atau sekitar Rp25.613,535 triliun atau meningkat 6,65 persen dibanding periode yang sama tahun 2017, sedangkan ekspor nonmigas mencapai US$162,65 miliar atau meningkat 6,25 persen.

”Untuk Kepri, penurunan terbesar ekspor nonmigas Desember 2018 terhadap November 2018 terjadi pada bijih, kerak, dan abu logam sebesar US$278,7 juta (56,25 persen). Sedangkan peningkatan terbesar terjadi pada perhiasan/permata sebesar US$84,9 juta (27,41 persen),” ujar Zulkipli, Kepala BPS Provinsi Kepri dalam pres rilisnya yang diterima redaksi Tanjungpinang Pos, Rabu (15/1).

Baca Juga :  2.493 Napi di Kepri Punya Hak Pilih

Ekspor nonmigas HS 2 digit terbesar Desember 2018 adalah golongan barang mesin/peralatan listrik (85) sebesar US$236,05 juta, sedangkan secara kumulatif Januari-Desember 2018 mencapai US$2.851,71 juta, dengan peranan terhadap ekspor nonmigas sebesar 32,07 persen.

Ekspor ke Singapura pada bulan Desember 2018 mencapai nilai terbesar yaitu US$883,10 juta, sedangkan ekspor secara kumulatif ke Singapura Januari-Desember 2018 mencapai sebesar US$7.006,83 juta dengan kontribusinya mencapai 52,76 persen.

Nilai ekspor Provinsi Kepri Januari-Desember 2018 terbesar melalui Pelabuhan Batu Ampar US$4.202,34 juta, disusul Pelabuhan Terempa US$2.242,41 juta, Pelabuhan Sekupang US$2.214,09 juta, Pelabuhan Belakang Padang US$1.624,57 juta dan Pelabuhan Kabil/Panau US$1.447,13 juta.

Baca Juga :  121 CPNS Pemko Tanjungpinang Mulai Tes SKB

Kontribusi kelima Pelabuhan terhadap komulatif ekspor Januari-Desember 2018 adalah sebesar 88,33 persen.

Kenaikan nilai ekspor Desember 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor sektor migas sebesar 91,08.

Bila dibandingkan dengan bulan yang sama tahun sebelumnya, ekspor Provinsi Kepri mengalami kenaikan sebesar 20,59 persen, yaitu dari US$1.095,96 juta menjadi US$1.321,62 juta. Kenaikan nilai ekspor Desember 2018 dibanding Desember 2017 disebabkan oleh kenaikan ekspor sektor migas sebesar 99,24 persen.

Naiknya nilai ekspor Januari-Desember 2018 disebabkan oleh naiknya ekspor kumulatif sektor migas sebesar 23,90 persen dan sektor nonmigas sebesar 1,81 persen.(MARTUNAS-SUHARDI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here