2018, Jembatan Babin Mulai Dibangun

0
7113

BATAM – Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR) dan Badan Pengusahaan (BP) Batam memilih untuk lebih dulu membangun Jembatan Batam-Bintan dibanding Pelabuhan Tanjung Sauh.

Jembatan itu sendiri akan dijadikan hub tol laut yang jadi prioritas Presiden Joko Widodo. Untuk tahap awal, pembangunan akan dilakukan untuk jembatan dari Batam ke Tanjung Sauh. Pembangunan direncanakan mulai tahun 2018 nanti.

Rencana itu diungkapkan Deputi IV BP Batam, Purba Robert M Sianipar didampingi PPK Kementerian PUPR, Andre, Rabu (10/5) di Batam.

”Kita mulai tahun depan. Ini proyek penting untuk Batam. Pembangunan jembatan Batam Bintan. Kita mulai bangun 2 Km dari Batam ke Tanjung Sauh,” beber Robert.

Diakui Robert, pembangunan akan bekerjasama dengan investor. Tapi, sampai saat ini investor masih agak keberatan terlibat karena terkait dengan masa waktu pengembalian dana investasi. ”Tapi rencana tahun depan mulai. Ini kita tawarkan terus, walau agak berat,” katanya.

Diakuinya, sudah dilakukan studi termasuk soal kultur tanah di daerah pembangunan tiang jembatan. Sementara untuk biaya cukup naik signifikan dibanding perkiraan tahun 2013 saat usulan Jembatan Babin disampaikan ke pemerintah pusat.

”Sudah studi termasuk jenis tanah di trase itu. Sekarang estimasi agak mahal. Untuk Batam-Tanjung Sauh, perkiraan Rp 15 sampai Rp 18 triliun,” imbuhnya.

Ia mengatakan, walau minat investor rendah, namun pihaknya terus berupaya. Alasannya, Kementerian PUPR mem-backup rencana itu. Kementerian PUPR membantu mencari investor.

”Di Kementerian PUPR sangat antusias. Penting juga memikirkan bagaimana pengembalian investasi. Butuh waktu panjang. Itu penyebab peminat rendah,” beber Robert.
Sementara PPK Kementerian PUPR, Andre mengatakan, estimasi aggaran untuk jembatan sekitar Rp 1,017 triliun pada tahun 2008.

”Itu untuk jembatan Batam-Tanjung Sauh dulu. Panjang jembatan 2,124 Km. ”Di Kementerian PUPR ini menghangat lagi, karena menjadi bagian hub tol laut,” kata Andre. Dibeberkan Andre, jembatan trase 1 dari Pulau Batam ke Tanjung Sauh. Lebar jembatan nantinya 28 meter. Tipe struktur, segmental box girder. Jika itu selesai, baru masuk jembatan trase 2, Tanjung Sauh Pulau Buau dengan panjang 4,056 Km dan jembatan ketiga 855,3 meter.

Terkait dengan pilihan lebih dulu membangun jembatan Babin dibanding pelabuhan Tanjung Sauh, Robert mengatakan, Tanjung Sauh tetap bagian rencana ke depan.
Hanya saja, untuk pembangunan pelabuhan kontainer di Tanjung Sauh, harus ada perubahan status menjadi kawasan FTZ (KEK).

”Kita akan usahakan pelabuhan Tanjung Sauh. Tapi jembatan dulu, agar mudah akses. Baru kita akan usahakan Tanjung Sauh sebagai FTZ,” imbuh Robert. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here