2018, Kemenhub Subsidi Rute Baru Roro di Kepri

0
1734
NAIK RORO: Warga Batam naik kapal roro ketika ingin berlibur ke Bintan dan Tanjungpinang, baru-baru ini.f-yusfreyendi/tanjungpinang pos

TANJUNGPINANG – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI akan memberikan subsidi tahun 2018 nanti untuk kapal roro yang akan merintis rute baru di Tambelan, Kabupaten Bintan.

Kabid Angkutan Pelayaran dan Penerbangan Dinas Perhubungan Pemprov Kepri, Tri Musa Yudha mengatakan, PT ASDP (BUMN) pengelola Roro akan membuka rute Tambelan, Kalimantan, Penagih (Natuna) tahun depan.

Pelabuhan di Tambelan sudah rampung dibangun tahun 2017 ini, demikian juga dengan pelabuhan roro di Penagih. Karena rute baru dan masih merintis, maka akan disubsidi Kemenhub.

Saat rakor di Bali belum lama ini, pihak Kemenhub memastikan akan mensubsidi rute perintis tersebut. Soal kapalnya, pihak ASDP sedang membangun banyak kapal saat ini.

Untuk sementara, pihak ASDP tidak memakai kapal baru, namun akan menerik kapal dari daerah lain untuk dioperasikan di sana.

Tahun berikutnya, kemungkinan ASDP akan mengoperasikan kapal baru dengan kapasitas yang lebih besar. ”Kapal baru yang kita minta kapasitasnya besar. Kalau bisa 1.200 GT. Besarnya hampir tiga kali lipat dari yang di Batam itu,” ujarnya, akhir pekan lalu.

Baca Juga :  Ujian CPNS 25 Ribu, Lulus 567

Dengan masuknya roro ke Tambelan nanti, maka diharapkan pembangunan akan lebih cepat. Masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi pun sudah bisa membeli mobil.

Saat ini, belum ada mobil di Tambelan. Selain karena jalannya kecil, tidak akan kapal yang membawa mobil ke sana. Jika kapal sudah masuk, material bangunan akan cepat sampai di tujuan dan harganya bisa lebih murah.

Apalagi tahun 2019 nanti, Bandara Tambelan kemungkinan besar akan dioperasikan. Sebab, tahun 2018 nanti akan dilakukan finishing pembangunan bandara itu.

Kehadiran roro di Tambelan nanti akan membuka akses yang lebih luas karena terhubung dengan provinsi lain dan terhubung dengan Natuna maupun Anambas.

Aktivitas masyarakat dan ekonomi akan cepat. Hasil dari Tambelan sudah bisa masuk pasar Kalimantan, Natuna dan Anambas. Sektor wisata Tambelan pun akan cepat berkembang.

Baca Juga :  Tanjungsauh-Babin Berpeluang Dibangun Bersamaan

Di Kepri, kata Tri Musa, konektivitas laut, udara dan darat sudah semakin bagus. Bandara sudah dibangun di semua kabupaten/kota. Jalur laut juga terus dibenahi dan kapal-kapal besar semakin banyak yang singgah di berbagai daerah.

Apabila roro sudah dioperasikan di Tambelan, maka tenggat waktu masuknya kapal ke sana semakin singkat. Sebab, selain dilayani kapal penyeberangan (roro), kapal besar juga sudah berlayar ke sana seperti Sabuk Nusantara.

Usaha transportasi masyarakat lokal pun nanti semakin hidup dan berkembang. Speedboat atau sampan maupun pancung akan bergairah untuk mengangkut penumpang dari pulau-pulau kecil ke Tambelan.

Dijelaskannya, mengingat kondisi Kepri yang 96 persen lautan dan ribuan pulau, maka tidak semua pulau-pulau kecil berpenghuni bisa disinggahi kapal besar.

Butuh kapal-kapal kecil sebagai sarana transportasi dari pulau-pulau ke kota. Di Tanjungpinang misalnya, kapal feri Batam-Tanjungpinang sudah banyak dioperasikan.

Namun, feri tidak masuk ke Penyengat atau pun Kampung Bugis hingga daerah Pelantar. Maka kapal-kapal kecil seperti pompong masuk ke sana untuk melayani transportasi masyarakat.

Baca Juga :  Ketua Dewan Pers Minta SMSI Perkuat SDM di Media Siber

”Kalau mau lintas daerah yang lebih jauh, sudah ada Sabuk Nusantara. Kalau mau lintas provinsi, ada juga Kelud di Batam,” ungkapnya.

Di Kepri, rute roro yang sudah tidak disubsidi lagi yakni Telagapunggur Batam-Tanjunguban dan Telagapunggur Batam-Karimun. Sedangkan roro Lingga masih subsidi.

Subsidi pemerintah diberikan untuk rute perintis. Jika sudah menguntungkan, maka ruet tersebut tidak disubsidi lagi dan murni bisnis. Seperti rute Telagapunggur Batam-Tanjunguban, ongkosnya tidak subsidi lagi. Dan swasta juga sudah ada yang mengelola roro di sana. Tahun 2017 ini, Dishub Kepri juga mengusulkan rute baru kepada Kemenhub dengan jarak sekitar 1.205 mil atau sekitar 19,28 Km dengan waktu tempuh 13-14 hari. (mas)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here