2018, Kuota Guru Paling Banyak

0
1497
BERBINCANG: Sekdako Tanjungpinang Riono, Wakil Keta I DPRD Kota Tanjungpinang berbincang dengan guru usia meninjau ujian di salah satu Sekolah Dasar di Kecamatan Tanjungpinang Barat, belum lama ini. F-martunas/tanjungpinang pos

Pemko Tanjungpinang Ajukan Penerimaan CPNS ke KemenpanRB

Jika Kementerian Aparatur Negara Reformasi Birokrasi (KemenpanRB) jadi menerima Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS), Maret 2018 nanti, maka kuota guru banyak diterima di Tanjungpinang.

TANJUNGPINANG – SEKDAKO Tanjungpinang, Riono M.Si mengatakan, sama seperti daerah lain, Pemko Tanjungpinang juga mengajukan permintaan penerimaan CPNS tahun 2018 di lingkungan Pemko.

”Tapi paling banyak yang kita minta kuota guru dan tenaga kesehatan. Sejak saya jadi Sekda, rasanya belum pernah ada penerimaan guru PNS,” ujarnya kepada Tanjungpinang Pos via ponselnya, Senin (18/12).

Ia menambahkan, kekurangan guru di sekolah-sekolah di Tanjungpinang cukup tinggi. Sehingga, ia berharap Kemenpan RB bisa menyetujui permintaan Pemko Tanjungpinang. Ditanya berapa guru dan tenaga kesehatan yang diminta diterima, Riono mengatakan, data-data itu ada di Badan Kepegawaian Daerah (BKD). ”Tanya BKD aja biar pas angkanya,” katanya singkat.

Seandainya Kemenpan RB tidak menyetujui permintaan penerimaan CPNS tahun depan, maka solusi yang digunakan adalah memaksimalkan guru yang ada saat ini atau menambah guru honor.

Dinas Pendidikan, kata dia, memang sudah sering mengeluh soal kekurangan guru ini. Terlebih dibangunnya Unit Sekolah Baru (USB) sehingga membutuhkan guru. Sementara penambahan guru tidak ada beberapa tahun ini. Jumlah guru makin sedikit lantaran ada yang pensiun, pindah dan lainnya.

Membangun pendidikan yang lebih maju, kata Riono, bukan hanya melengkapi sarana prasarananya saja. Namun, Sumber Daya Manusia (SDM) yang mengajar pun harus mencukupi.

Karena itu, ia berharap masyarakat bersabar menunggu informasi selanjutnya dari KemenpanRB. Sebab, informasinya di media nasional, akan ada penerimaan besar-besaran tahun depan.

Di Kepri, kekurangan guru sangat banyak. Untuk menutupi kekurangan itu, guru honor banyak yang mengajar di sekolah-sekolah.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir sebelumnya mengatakan, Kepri ini tak hanya kekurangan guru. Namun, sekolah juga masih kurang dan akan dibangun secara bertahap dari tahun ke tahun. Namun, dalam membangun sekolah, harus diperhatikan lingkungan sekitar apakah sudah ada sekolah swasta atau tidak.(MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here