2018, Pajak Hiburan Naik

0
1126
Nagoya: Suasana Nagoya yang merupakan pusat bisnis di Kota Batam terlihat teduh karena pohon-pohonnya rapi dan terjaga. f-martua/tanjungpinang pos

BATAM – Pemerintah menaikan pajak, khususnya parkir, reklame dan hiburan. Namun, kemungkinan baru diberlakukan tahun 2018. Khusus untuk pajak kegiatan olah raga dan budaya, akan dihapuskan. Wali Kota Batam, HM Rudi mengintruksikan, agar Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lebih kreatif mencari sumber pendapatan, sekaligus menaikan pendapatan. Termaksud mendekatkan pelayanan kepada masyarakat.

Penegasan itu disampaikan Rudi, Minggu (6/8) di Batam, terkait tingginya kebutuhan mereka atas dana membangun, terutama dalam menangani banjir dan mendorong peningkatan infrastruktur pendukung parawisata. ”Jangan hanya terima uang. Bagaimana menaikkan pendapatan. Semua orang bisa kalau cuma duduk saja,” tegas Rudi.

Ditempat berbeda, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah Kota Batam, Raja Azmansyah mengatakan, tahun ini ada kenaikan pajak yang mereka ajukan. Diharapkan, kenaikan tarif beberapa pajak, dapat mendorong capaian pajak sesuai ditargetkan. Kenaikan pajak, diantaranya terjadi pada pajak parkir reklame dan hiburan. ”Target dinaikkan dengan harapan realisasi juga naik. Diataranya target dari sektor parkir yang diperkirakan naik jadi Rp12 miliar,” harapnya.

Sementara untuk pemberlakuan kenaikan pajak, diakui kemungkinan baru bisa diberlakukan Januari 2018. ”Perda pajak yang baru mungkin akan diberlakukan pada Januari 2018. Kalau Perda Parkir ternyata tidak disetujui kenaikan tarifnya. Senin Pemko akan ajukan KUA perubahan 2017,” katanya.

Sementara, untuk penghapusan dan kenaikan pajak, diakui sesuai dengan intruksi Mendagri. Untuk pajak daerah, Kemendagri melakukan koreksi. ”Ada koreksi yang dilakukan. Khususnya penghapusan pajak untuk kegiatan olahraga dan budaya,” ujar Azmansyah. Dikatakan, penghapusan pajak untuk kegiatan olahraga dan budaya itu dimaksudkan sebagai bentuk insentif dan dukungan dari pemerintah terhadap kegiatan pengembangan olahraga dan kebudayaan.

Sehingga, pajak dari penjualan tiket untuk kegiatan olahraga dan budaya itu yang akan dihapuskan. ”Sekarang Perda belum resmi diberlakukan, karena menunggu persetujuan Pemprov Kepri. Pemprov lagi menyiapkan hasil pembahasan sesuai rekomendasi Kemendagri. Setelah ada persetujuan dari provinsi, kami laporkan lagi ke DPRD, setelah dievaluasi baru bisa diterapkan,” sambungnya.

Dibeberkan, untuk kenaikan pajak, diantaranya untuk reklame dari 15 persen naik menjadi 20 persen. Khususnya non rokok dan minuman non alkohol. Sementara untuk pajak reklame rokok dan minuman beralkohol menjadi 25 persen. Pajak hiburan juga bakal mengalami kenaikan. Permainan biliar dan golf, dari 10 persen naik menjadi 15 persen.

Pajak boling dari 5 persen menjadi 15 persen. Pajak untuk pacuan kuda dan kendaraan bermotor dari 10 persen naik menjadi 20 persen. Sementara untuk pajak diskotek, karaoke, klub malam dan sejenisnya dari 15 persen naik menjadi 35 persen. Termasuk pajak usaha panti pijat, refleksi, mandi uap/spa dan sejenisnya dari 15 persen naik menjadi 35 persen. ”Kenaikan itu masih wajar. Itu belum angka maksimal, jika merujuk pada undang-undang tentang pajak daerah,” katanya.

Dengan kenaikan pajak daerah itu, diharapkan, kualitas infrastruktur perkotaan semakin baik. Pembayaran pajak dari pelaku usaha, diikuti dengan pembangunan yang dilakukan Pemko, dalam mendorong wisman masuk Batam. ”Kita dorong wisatawan masuk dan dampaknya pada tingkat hunian hotel dan restoran berkembang,” harapnya.(MARTUA)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here