2018, Pemprov Bangun Empat Sekolah

0
666
MENINJAU SEKOLAH: Kepala Dinas Pendidikan Kepri, Arifin Nasir meninjau pembangunan SMAN 7 Tanjungpinan, belum lama ini. f-DOKUMEN TANJUNGPINANG POS

Arifin Nasir Cari Bantuan APBN

TANJUNGPINANG – Pemprov Kepri rencananya akan membangun empat Unit Sekolah Baru (USB) di antaranya tiga SMA dan satu SD pada 2018 mendatang. Sekolah ini dibangun di Karimun dan di Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arifin Nasir mengatakan, sekolah yang akan dibangun tahun depan dua unit SMA dan satu unit SD di Batam serta 1 unit SMA di Karimun.

Untuk Batam, SMA dan SD akan dibangun di Kecamatan Batuaji serta SMA di Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Kemudian satu SMA di Karimun. APBD Kepri dialokasikan sekitar Rp 4 miliar untuk membangun 4 USB tersebut.

”Tapi saya sudah dapat lampu hijau dari pusat, ada tambahan APBN Rp 2 miliar tahun depan untuk pembangunan sekolah itu. Jadi totalnya nanti sekitar Rp 6 miliar untuk bangunan fisik saja,” ujar Arifin Nasir via ponselnya, Kamis (21/12).

Untuk mengisi sekolah ini, maka ada juga kegiatan mobiler seperti kursi-meja sekitar Rp 1,8 miliar. Sehingga, ketika sekolah selesai dibangun, maka kebutuhan kursi meja dan lainnya sudah tersedia.

APBD 2018 cepat disahkan tahun dan tinggal penomoran di Kemendagri, maka Disdik Kepri bekerja cepat menyiapkan administrasi dan proses lelang pembangunan empat fisik sekolah itu.

”Saya sudah laporkan ke Pak gubernur dan Pak Sekda, Desember ini proses lelang harus dimulai. Sehingga Januari (2018) sudah mulai pengerjaan fisik dan Juni atau Juli sudah selesai,” tambahnya.

Dengan percepatan proses pembangunan sekolah itu, maka sudah harus rampung saat sekolah tahun ajaran 2018/2019 mulai belajar. Siswa baru nanti sudah harus menempati sekolah itu.

”Makanya kita percepat pengerjaan fisik, siapkan mobiler dan kita juga sudah siapkan guru-guru yang akan mengajar di sana nanti. Tak mungkin bangun sekolah tapi tak ada meja kursi, tak ada guru. Pokoknya semua kita siapkan,” tegasnya.

Tahun 2017 ini, Disdik Kepri juga menyediakan anggaran sekitar Rp 3 miliar untuk pengadaan mobiler untuk kebutuhan SMA, SMK dan SLB se-Kepri. Meja kursi yang rusak diganti agar siswa nyaman belajar.

Arifin Nasir mengatakan, tahun 2018 nanti dirinya akan pensiun. Namun, ia tak mau meninggalkan pekerjaan berat di Dinas Pendidikan. Untuk itu, sejak tahun ini sudah dirancang semua pekerjaan dan harus beres sebelum dirinya pensiun.

Mantan Kadis Kebudayaan Pemprov Kepri ini menambahkan, terkait keperluan sekolah di Batuaji, sudah keharusan dibangun. Sebab, saat ini belum ada SMA negeri di sana.

Apalagi, penduduk di daerah ini sangat padat, sehingga kebutuhan sekolah itu sudah sangat mendesak. Sekolah swasta yang ada di sana tak mampu menampung siswa.

Soal tempatnya, SMA tersebut akan dibangun di Kelurahan Kibing-Batuaji. Daerah ini dikelilingi belasan ribu perumahan dan salah satu daerah paling padat di Kecamatan Batuaji.

Dirinya juga sudah bertemu Wali Kota Batam Rudi dan membicarakan rencana provinsi membangun tiga unit sekolah di Batam. Rudi senang dan menyambut baik niat pemerintah provinsi tersebut.

”Soal lahan, kita sampaikan juga ke pak wali. Nanti kita koordinasi juga lah dengan BP Batam. Di Batam, lahan itulah yang susah didapatkan untuk bangun sekolah. Mudah-mudahan, untuk tiga sekolah ini tidak ada masalah,” ungkapnya.

Arifin mengatakan, Gubernur Kepri H Nurdin Basirun juga fokus untuk membangun dan memajukan pendidikan di Kepri. Karena Nurdin yakin, SDM yang handal akan membuat Kepri ini lebih maju ke depan. (MARTUNAS)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here