2018, Semua Transaksi Non Tunai

0
582
SUVENIR: Sekdaprov Kepri TS Arif Fadillah menyerahkan suvenir kepda Kepala BI Kepri Gusti Raisal usai membuka Diskusi Panel Implementasi Transaksi Non Runai Pada Pemerintah Daerah di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (19/9). f-istimewa/humas pemprov kepri

TANJUNGPINANG – Sekretaris Daerah Provinsi Kepri TS Arif Fadillah mengatakan, bahwa mulai 2018 tidak akan ada lagi transasi keuangan secara tunai di lingkungan Pemerintah Provinsi Kepri hingga ke kabupaten/kota, karena semuanya akan dilakukan berdasarkan sistem non tunai.

Hal ini ditegaskan Sekda saat membuka Diskusi Panel Implementasi Transaksi Non Runai Pada Pemerintah Daerah di Hotel CK, Tanjungpinang, Selasa (19/9). Menurut Arif, transaksi non tunai sudah jadi program pemerintah.

Bahkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) RI telah menginstruksikan kepada jajaran Pemerintah Daerah agar sistem transaksi non tunai ini bisa diimplementasikan di 2018. ”Pada tahun 2018 nanti seluruh kabupaten dan kota serta Pemprov Kepri sudah melakukan ini. Yang jelas sistem ini akan lebih aman, efektif, efisien dan cepat,” kata Arif dalam sambutannya.

Dengan sistem pembayaran non tunai, lanjut Arif, maka bagi para bendahara juga akan lebih aman. Serta bisa menghindari dari segala fitnah dan sebagainya. ”Sekarang ini zaman fitnah. Jadi kita harus berhati-hati. Semoga diskusi ini memberikan pencerahan bagi kita. Dan program ini juga merupakan salah satu upaya mewujudkan pemerintahan yang baik,” ujar Arif.

Sementara itu, Kepala bank Indonesia (BI) cabang Batam, Gusti Raisal Eka Putra dalam sambutannya berharap, semoga dengan sistem ini bisa meningkatkan perekonomian dan mensejahterakan masyarakat Kepri nantinya.

Dikatakannya, bahwa sistem pembayaran non tunai ini sendiri telah di-launching sejak tahun 2014 oleh Presiden. Dan bahkan sudah berjalan di beberapa daerah.

”Sudah ada Memorandum of Understanding (MoU) antara BI dengan gubernur se-Indonesia sejak di-launching pada tahun 2014. Sistem pembayaran non tunai ini jelas lebih efisien, akurat, aman dan nyaman. Itu nilai plus dari sistem ini,” Gusti Raisal Eka Putra.

Namun demikian, Raisal mengajak untuk melakukan sosialisasi bersama karena masyarakat tentu masih belum terbiasa dengan sistem transaksi non tunai. (ais)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here