2018, Target Pajak Kepri Rp 7 T

0
582
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun bersama kepaal OPD Pemprov Kepri usai melaporkan SPT pribadi dengan cara mengisi aplikasi e-filling di ruang kerja Gubernur di Dompak, Tanjungpinang, Senin (5/3). f-Istimewa/HUMAS PEMPROV KEPRI

Gubernur dan Kepala OPD Pemprov Ramai-ramai Laporkan SPT

Pajak dari Provinsi Riau dan Provinsi Kepri 2018 ini ditargetkan Rp 23 triliun. Dari Kepri saja, total pajakyang ditargetkan Rp 7 triliun. Gubernur Kepri H Nurdin Basirun pun mengajak semua Wajib Pajak (WP) untuk membayarkan pajaknya.

DOMPAK – NURDIN mengatakan, pajak sangat diperlukan negara untuk membangun negeri ini. Sebab, uang pajak ini dikembalikan lagi ke masyarakat melalui pembangunan-pembangunan.

Gubernur dan jajaran kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungannya pun ramai-ramai melaporkan Setoran Pajak Tahunan (SPT) orang pribadi dengan cara mengisi aplikasi e-filling, Senin (5/3) di ruang kerjanya di Kantor Gubernur di Dompak, Tanjungpinang.

Pelaporan SPT ini dilakukan di hadapan kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanjungpinang Dadang Karna Permana dan jajarannya yang sengaja datang ke kantor Gubernur pada kesempatan ini.

”Bayar pajak ini kewajiban kita semua sebagai warga negara. Dari hasil pajak inilah yang digunakan untuk melakukan berbagai pembangunan. Apalagi, Kantor Pajak juga diberi target-target tertentu untuk mendongkrak penghasilan pajak. Oleh sebab itu, kita harus mendukung rekan-rekan di bidang pajak itu,” kata Gubernur.

Sementara itu Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Tanjungpinang Dadang Karna Permana dalam sambutannya mengatakan, bahwa Kantor Pajak Pratama Tanjungpinang di tahun 2018 ini dibebani target penghasilan pajak sebesar Rp 23 triliun untuk wilayah Riau dan Kepri. Adapun untuk Kepri saja dibebankan sebesar Rp 7 triliun.

”Target yang dibebankan kepada kami tentu sangat mendasar karena 75 persen pembangunan yang dilakukan menggunakan dana pajak. Kita berharap dari target tersebut bisa kita capai. tentunya kami membutuhkan dukungan seluruh masyarakat,” kata Dadang.

Dadang juga melanjutkan jika masyarakat tidak perlu lagi repot harus datang ke kantor pajak, karena saat ini untuk sistem pelaporan bisa melalui aplikasi e-filling. Sehingga lebih efesien dan efektif.

Sepanjang tahun 2017, total realisasi pajak dari Kepri sekitar Rp 5,6 triliun terdiri dari beberapa sektor pajak yakni, Pajak Penghasilan, Pajak Pertambahan Nilai (PPN), Cukai, Bea Keluar, Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), Bea Masuk dan pajak lainnya.

Berdasarkan data dari Kantor Wilayah Dirjend Perbendaharaan Negara Provinsi Kepri, pemasukan dari Pajak Penghasilan sebesar Rp 4,4 triliun (67,83% dari APBN-P) atau tumbuh negatif 15,3%.

Dari Pajak Pertambahan Nilai sebesar Rp 1,02 triliun (95,97% dari APBN-P) atau tumbuh 38% dibanding tahun 2016. Dari Pajak Bumi dan Bangunan sebesar Rp 29,01 miliar (135,96% dari APBN-P) atau tumbuh 9,9% dibanding tahun 2016.(MARTUNAS-SUHARDI)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here