2019, Bintan Menargetkan PAD Sebesar Rp 239,75 Miliar

0
116
KETUA DPRD H Nesar Ahmad dan Wakil Ketua Agus Wibowo mendengarkan penjelasan bupati. Paripurna penyampaian RAPBD 2019 dihadiri Wabup H Dalmasri Syam, Senin (19/11) siang lalu. f-yendi/tanjungpinang pos

Apri-Dalmasri Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan

BINTANBUYU – DPRD Kabupaten Bintan telah menerima Ranperda APBD 2019, dari Pemkab Bintan. Untuk memenuhi belanja mencapai Rp 1,138 triliun, Pemkab Bintan menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) mencapai Rp 239,75 miliar.

”Ranperda APBD 2019 yang disampaikan Pemkab Bintan, tak berbeda dari hasil pembahasan KUA-PPAS lalu. Cuma, target PAD yang sedikit ditambah menjadi Rp 239,75 miliar. Target ini besar, karena belanja juga besar,” kata Agus Wibowo, Wakil Ketua DPRD Bintan, sebelum paripurna penyampaian Ranperda APBD 2018, Senin (19/11) kemarin.

Ranperda APBD 2019 disampaikan oleh Bupati Bintan H Apri Sujadi didampingi Wakil Bupati H Dalmasri Syam, kepada pimpinan dewan. Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Bintan H Nesar Ahmad didampingi Wakil Ketua Agus Wibowo dan Trijono, serta dihadiri anggota dewan, Sekda Adi Prihantara, Sekwan Edi Yusri dan sejumlah pejabat eselon.

Bupati Bintan H Apri Sujadi menyampaikan, bidang pendidikan, kesehatan dan pembangunan infrastruktur masih menjadi prioritas dalam pembangunan daerah pada tahun anggaran 2019 mendatang. Kemudian, tahun 2019 nanti, proses perencanaan penganggaran akan menggunakan sistem E-Planning dan E-Budgeting dengan pengembangan sistem berbasis website.

”Perlu ada sinergitas antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah, dengan aplikasi yang memudahkan akses informasi bagi semua pihak,” kata H Apri Sujadi.

Dalam struktur APBD 2019 Bintan, pendapatan daerah diproyeksikan sebesar Rp 1,050 triliun. Jumlah ini berasal dari target PAD sebesar Rp 239,75 miliar, dana perimbangan mencapai Rp 693,87 miliar, pendapatan lain-lain yang sah mencapai Rp 116,70 miliar. Sedangkan belanja daerah diproyeksikan Rp 1,138 triliun, terdiri dari belanja tidak langsung sebesar Rp 561,57 miliar dan belanja langsung Rp 577,13 miliar.

Dari perbandingan belanja daerah dengan pendapatan daerah, terjadi defisit sekitar Rp 88,374 miliar. Defisit ini ditutupi dari Silpa tahun anggaran 2018 sekitar Rp 90,374 miliar. Sisanya Rp 2 miliar merupakan pembiayaan investasi penyertaan modal pada BPR Bintan. (fre)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here