2019, Pengelolaan Air di Batam Dilelang

0
696
Dam Sei Gong: Presiden RI Joko Widodo dan Gubernur Kepri Nurdin Basirun meninjau proyek Dam Sei Gong di Barelang beberapa bulan lalu. f-dokumen/tanjungpinang pos

BATAM – Badan Pengusahaan (BP) Batam, akan memulai lelang pengelolaan air bersih, yang saat ini di kelola PT ATB Batam. Lelang direncanakan akan dimulai awal tahun 2019, walau kontrak ATB berakhir 2020. Sementara dokumen yang disiapkan untuk kepentingan lelang, sekarang sudah mulai disiapkan dan selesai persiapan pada tahun 2018.

Rencana itu diungkapkan Deputi Bidang Pengusahaan dan Sarana Lainnya, Badan Pengusahaan (BP) Batam, Purba Robert ?M Sianipar, Jumat (21/8) di Batam. Dimana, disiapkan dokumen termaksud terkait dengan aset-aset yang akan masuk dalam dokumen lelang. ”Sekarang persiapkan dokumen yang diharap selesai 2018. Kita harap, awal 2019 sudah mulai lelang,” kata Robert.

Diharapkan, pada akhir tahun 2019 mendatang sudah diketahui pemenang lelang. Sehingga setelah itu ada proses transisi dengan pemenang tender pengelola air pasca ATB. ”Sehingga masa transisi antara ATB dengan pemenang tender, berjalan dengan baik,” harapnya.

Aset-aset ATB yang ada saat ini, termaksud pipa yang ditanam, akan diserahkan ke BP Batam setelah masa konsesi berakhir. ”Kalau ada masa transisi sekitar dua tahun, maka proses transis akan berjalan dengan baik. Sehingga tidak ada gangguan pelayanan terhadap masyarakat,” kata Robert.

Saat ini sedang persiapan proses pengalihan dari ATB melalui tim pengakhiran konsesi dengan ATB. Dimana tim pengakhir konsesi itu sudah dibentuk dan merupakan tim internal. Tim ini akan bekerjasama dengan sejumlah pihak untuk mengakhiri konsesi dengan ATB. ”Saat ini kami sedang menyiapkan. Ada tim pengakhiran konsesi dari internal, bersama BPSPAM, Kementerian PUPR, Meko Perekonomian,” ujar Robert.

Terkait kemungkinan ATB akan mengelola air bersih di Batam kembali, Robert tidak menutup kemungkinan. Hanya saja ditegaskan, siapapun yang menang lelang nanti, tidak menurunkan pelayanan dari yang dijalankan ATB saat ini. Apa lagi ATB sudah memiliki pengalaman dalam mengelola. ”Dengan pengalamannya, silakan. Tapi siapapun yang menang, kinerjanya tidak boleh turun. Akan kita buat persyaratan yang akan memuat target minimal. Target minimal, sesuai kondisi saat ini,” tegasnya

Investor yang berminat mengelola air bersih di Batam, dinilai tidak perlu khawatir soal suplay air kedepan. Dimana, air saat ini, cukup untuk suplai air hingga tahun 2022. Dimana, saat ini sambungan pelanggan rumah yang ada 268 ribu. ”Yang diruli juga kita layani, karena air merupakan kebutuhan dasar,” imbuhnya.

Sementara, Kepala Kantor air dan Limbah BP Batam, Binsar Tambunan mengatakan, untuk persediaan air bersih di Batam, mereka juga sudah menyiapkan rencana. Dimana, direncanakan Batam akan interkoneksi air dengan Bintan dan Lingga. Selain itu, akan ada dukungan suplay air limbah yang di kelola. ”Kita siapkan rencana interkoneksi air Batam, Busung Bintan dan Lingga. Kita rencanakan di Bintan, ada Busung,” imbuhnya. (mbb)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here