2019, PJU akan Diperbanyak di Kawasan Tepilaut

0
120
H Syahrul

TANJUNGPINANG – Walikota Tanjungpinang, H Syahrul sudah mengetahui kalau Pemko Tanjungpinang tidak menganggarkan dana untuk biaya perawatan Penerangan Jalan Umum (PJU) APBD Perubahan tahun 2018 ini.

”Di APBD Murni tahun 2019 baru kita anggarkan. PJU itu sangat penting dan harus ada dana perawatannya,” kata H Syahrul kepada Tanjungpinang Pos disela membuka kegiatan workshop produk hukum daerah Kota Tanjungpinang tahun 2018 di Hotel Comforta berada di Jalan Adi Sucipto, Km X Tanjungpinang, Kamis (11/10).

Mantan guru ini, tidak menyebutkan berapa besar dana yang akan diperuntuhkan untuk perawatan PJU di Kota Tanjungpinang pada APBD Murni tahun 2019 mendatang. Karena, ABPD 2019 belum dibahas dan disahkan. ”Harus ada dana perawatan PJU. Kalau tidak, Kota Tanjungpinang tidak bisa terang menderang,” tegas dia.

Menuruntya, sesuai visi misinya, ingin Kota Tanjungpinang terang menderang. Artinya, tidak ada lagi daerah maupun kawasan yang gelap gulita, tanpa penerangan sinaran lampu terutama PJU.

Rencananya, ke depan pihaknya akan pasang lampu di tempat pelayanan umum. Agar pelayanan umum bisa terang menderang pada malam hari. Salah satu tempat pelayanan umum yang bakal dipasang lampu, yaitu Gedung Gonggong.

Alasannya, gedung berada berada di Tepilaut Tanjungpinang sering dikunjungi masyarakat maupun turis dari luar negeri. Baik itu dikunjungi pagi, sore maupun malam hari. Selain itu, setiap tugu di Kota Tanjungpinang akan dihiasi lampu. Agar terlihat wujud Kota Tanjungpinang pada malam hari.

Tugu yang akan dipasang lampu hias, mulai dari tugu Tangan berada di Jalan arah Tanjunguban-Tanjungpinang, tugu Pemuda dan tugu Adipura yang berada di simpang lampu merah Batu VI Tanjungpinang.

”Ini kita ada pertemuan dengan PLN dan Disperkim Kota Tanjungpinang membahas penerangan PJU,” sebut dia.

Sebelumnya, Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Pemukiman Kebersihan dan Pertamanan (Disperkim) Kota Tanjungpinang, Amrialis mengatakan, ia sangat membutuhkan dana perawatan PJU tersebut.

Sehingga bola lampu maupun peralatan pendukung PJU lainnya, yang rusak bisa langsung ditangani. Agar tidak ada lagi PJU yang tidak menyala pada malam hari. ”Kalau tidak ada anggarannya, macam mana kami mau melakukan perbaikan maupun perawatan PJU itu. Tidak mungkin pakai uang pribadi kami,” kata Amrialis, belum lama ini.

Memang, kata mantan Kepala Pelaksana Tugas (Plt) Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Tanjungpinang ini, anggaran pemeliharaan rutin PJU tidak sedikit. Alasannya, pemeliharaan rutin PJU yang dilakukan se-Kota Tanjungpinang terdiri dari empat Kecamatan dan 18 Kelurahan.

”Paling sedikit, anggaran pemeliharaan rutin PJU yang dibutuhkan sekitar Rp 1 miliar saja per tahun,” sebut dia. (dri)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here