2020, Kepri Bebas Campak-Rubella

0
621
GUBERNUR Kepri H Nurdin Basirun turut membantu petugas saat menyuntik imunisasi RM kepada salah seorang siswa saat pencanangan Imunisasi RM di Kepri di SDN 001 Sagulung Batam, Rabu (1/8).f-istimewa/humas pemprov kepri

Tahun 2020 nanti, Kepri sudah harus bebas dari penyakit campak dan Rubella. Saat ini, Kepri baru bebas dari cacar dan polio. Untuk menuntaskan campak dan Rubella, maka semua pihak harus kerja sama.

TANJUNGPINANG – KEPALA Dinas Kesehatan Pemprov Kepri Tjepjep Yudiana mengatakan, target dalam tiga tahun ini (2018, 2019 dan 2020) imunisasi Measless Rubella (MR) harus sukses dengan tingkat keberhasilan 95 persen.

”Kalau target ini bisa kita capai, Insya Allah, negeri ini akan bebas campak dan rubella. Sekarang, kita sudah bebas campak dan polio. Tidak ada lagi kita temukan penyakit ini,” ujar Tjepjep, kemarin.

Ia mengatakan, satu anak pun tidak boleh terlewatkan dari imunisasi ini. Sehingga, penyakit tersebut tidak muncul lagi ke depan.

”Karena itu, kita harapkan pengertian semua pihak. Bagi yang tidak mau anaknya diimunisasi, petugas kita akan terus mendatangi dan diberi pengertian. Bahwa imunisasi ini untuk kebaikan kita semua,” bebernya.

Pencanangan Imunisasi Measless Rubella (MR) di Kepri telah dilakukan Gubernur Kepri H Nurdin Basirun di SD Negeri 001 Kecamatan Sagulung Tanjunguncang, Batam, Rabu (1/8).

Pencanangan ini dilaksanakan di seluruh wilayah Kepri sejak 1 Agustus 2018. Kepri menargetkan optimisme tinggi terhadap imunisasi ini, dengan capaian 95 persen. Selama Agustus, seluruh siswa sekolah dari PAUD hingga SLTA (SMA sederajat) akan diberikan imunisasi ini tanpa terkecuali.

Sementara bagi balita dan anak-anak yang belum sekolah usia 9 bulan ke atas diberikan pada bulan September di posyandu, puskesmas dan pelayanan masyarakat yang ada di rumah sakit.

Pencanangan ini tandai dengan pelepasan balon ke udara dan sirine dengan semboyan ‘Kita Bisa, Pasti Bisa dan Harus Bisa’. Acara dilanjutkan dengan pemberian vaksin secara langsung kepada 15 anak sebagai tanda dimulainya imunisasi.

Di Batam, Gubernur Nurdin pun ikut memberi imunisasi kepada tiga anak. Nurdin tampak hati-hati memberikan alkohol pembersih sebelum anak-anak itu disuntik. Tiga anak yang beruntung itu langsung mendapat hadiah sepeda dari Nurdin.

”Kita harus saling bantu agar anak-anak Kepri tumbuh sehat. Ekonomi akan terus membaik, SDM harus semakin handal, tinggal kita sambut kejayaan Kepri bersama-sama,” kata Nurdin di akhir-akhir sambutannya.

Baca Juga :  Presiden Minta RUU Kepulauan Dibahas

Gubernur mengatakan, upaya untuk mewujudkan negara yang maju sangat ditentukan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM)-nya. Kepri akan terus berinvestasi SDM yang kuat, produktif dan berdaya saing. ”Kepri harus punya SDM yang handal, punya daya saing dan kompeten. Kalau kita tidak kemas dari sekarang, bonus kehebatan ini tidak bisa kita manfaatkan nantinya,” kata Nurdin.

Nurdin mengatakan, mewujudkan generasi yang cerdas, pintar dan sehat sudah menjadi komitmen pemerintah. Dia berharap program ini berjalan lancar. ”Pemerintah selalu hadir dalam banyak aktivitas masyarakat,” kata Nurdin.

Selain di Batam, pencanangan ini juga dilaksanakan di Karimun, Bintan, Tanjungpinang. Di Tanjungpinang, pencanangan kampanye imunisasi MR ini dilaksanakan di Sekolah Pelita Nusantara. Hj Noor Lizah Nurdin Basirun hadir dalam pencanangan tersebut.

Tampak hadir Penjabat Wali Kota Tanjungpinang Raja Ariza, Ketua Dharma Wanita Persatuan Kepri Hj Risma Rini Arif Fadillah, Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini Wilayah Kepri Yusneli Asri Agung, Ketua Persit Kartika Chandra Kirana Kepri Ny Alin Gabriel Lema, Seko Tanjungpinang Riono dan sejumlah Kepaa OPD Pemprov Kepri dan Pemko Tanjungpinang.

Perlu Kerja Sama
Puluhan ribu anak usia 9 bulan sampai 15 tahun di Tanjungpinang bakal disuntik imunisasi Measless Rubella (MR).

”Untuk di Tanjungpinang, ada sebanyak 56.031 anak harus diimunisasi MR,” kata Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKP2KB) Kota Tanjungpinang, Rustam kepada Tanjungpinang Pos, Rabu (1/8).

Istri Gubernur Provinsi Kepri, Noorlizah Nurdin membuka secara resmi pelaksanaan kampanye imunisasi MR yang berlangsung di Sekolah Pelita Nusantara (Pelnus) berada di Jalan Basuki Rahmat Tanjungpinang, Rabu (1/8).

Saat itu, terlihat Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza, Sekda Kota Tanjungpinang, Riono dan SKPD di Tanjungpinang.

Penjabat (Pj) Walikota Tanjungpinang, Raja Ariza mengatakan, imunisasi MR merupakan salah satu masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif.  Oleh karena itu, semua ini perlu kerja sama serta peran aktif dari berbagai kalangan masyarakat hingga stakeholder terkait di lingkungan pemerintah.

Baca Juga :  Cepat Kumpulkan Bantuan untuk Korban Gempa Palu

”Tentunya, dalam pencegahan penyakit campak dan Rubella, kita perlu sumber daya manusia yang paham. Agar seluruh anak di Tanjungpinang dapat ikut suntik imunisasi MR. Sehingga anak kita terbebas dari penyakit campak serta Rubella,” harap Raja Ariza.

Dari 56.031 anak yang bakal dapat imunisasi MR di Tanjungpinang, terdiri dari 11.811 anak yang duduk di bangku SMP/ MTs, SD/MI sebanyak 25.330 anak, TK/Paud sebanyak 4.781 anak. Sedangkan di lingkungan posyandu sebanyak 13.961 anak dan anak usia kisaran 7-15 tahun yang tidak sekolah sebanyak 148 orang.

Ditambahkan Rustam, kampanye imunisasi MR mulai berlangsung sejak Agustus sampai dengan September 2018 mendatang. Kalau sesuai jadwal yang sudah ada, kampanye imunisasi MR menjadi dua tahap.

Tahap pertama, mulai berlangsung pada 1-30 Agustus 2018. Nanti, kampanye imunisasi MR akan dilakukan di sekolah-sekolah di Tanjungpinang. Sedangkan kampanye imunisasi MR tahap kedua akan berlangsung di posyandu, puskesmas dan rumah sakit pada September 2018.

Kampanye imunisasi MR merupakan kegiatan imunisasi secara massal sebagai upaya untuk memutuskan transmisi penularan virus campak dan Rubella pada usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun, tanpa mempertimbangkan status sebelumnya. Imunisasi ini sifatnya wajib pada anak laki-laki dan perempuan.

Anak laki-laki tetap dapat terserang virus campak dan Rubella, juga dapat menularkan penyakit ini kepada orang di sekitarnya, termasuk ibu yang sedang hamil. Oleh karena itu, kampanye imunisasi MR perlu dilakukan dan diterapkan di tengah masyarakat. Karena imunisasi MR untuk meningkatkan kekebalan masyarakat terhadap penularan penyakit campak dan Rubella yang dapat menimbulkan kecacatan dan kematian.

Kampanye ini merupakan langkah awal untuk introduksi imuniasi Rubella ke dalam jadwal imunisasi rutin. Dengan kampanye MR ini vaksin campak akan diganti dengan kombinasi campak dan Rubella. ”Satu vaksin untuk mencegah dua penyakit sekaligus,” sebut dia.

Supaya Bebas Cacat Fisik
Wakil Gubernur Kepulauan Riau H. Isdianto menjelaskan bahwa imunisasi measles rubella (campak rubella) adalah untuk menjaga agar para generasi bangsa dapat tumbuh sehat dan terbebas dari cacat fisik.

Baca Juga :  Pemprov Bangun Kios di Kampung Bugis

Serta menjaga ibu hamil agar para ibu hamil tidak mengalami keguguran di usia hamil muda atau kemudian lahir dengan keturunan yang cacat. Dengan imunisasi MR ini pulalah diharapkan Indonesia nantinya akan memiliki generasi yang sehat secara jasmani dan rohani dan bisa meneruskan pembangunan untuk.

”Mari kita dukung dan sukseskan program ini. Karena ini adalah program masa depan bangsa kita, agar memiliki generasi yang cerdas serta sehat secara jasmani dan rohani,” kata H. Isdianto saat menghadiri Kampanye Imunisasi Measles Rubella (Campak Rubella) di SDN 003, Bintan Timur, Kabupaten Bintan, Rabu (1/8).

Tidak hanya imunisasi campak dan rubella saja yang perlu disukseskan, ujar Isdianto. Namun program-program lain yang bertujuan untuk membangun daerah juga perlu disukseskan.

Tidak hanya menghadiri kampanye imunisasi MR saja. Wakil Gubernur juga mengukuhkan Komite Daerah Pengkajian dan Penanggulangan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi MR.
Selanjutnya Isdianto meminta kepada pengurus komite yang baru dikukuhkan bisa menjalankan amanah sesuai tupoksinya masing-masing.

”Saya yakin dan percaya kawan-kawan yang baru dikukuhkan tadi memiliki semangat untuk mensukseskan program ini. Lakukan kerja sesuai dengan tupoksi,” kata Isdianto.

Sementara itu Wakil Bupati Bintan H. Dalmasri Syam mengatakan bahwa virus campak dan rubella sangat menular, menimbulkan kecacatan dan kematian. Imunisasi ini penting karena siapapun tidak ingin generasi ke depan menjadi generasi yang cacat. ”Kita tidak mau ibu-ibu yang hamil menjadi keguguran atau lahir cacat,” kata Dalmasri.

Walauapun sempat ada yang protes terkait imunisasi MR ini, namun Pemkab Bintan, kata Dalmasri tetap melaksanakannya, karena ada arahan dari presiden atau Gubernur untuk menghentikan program ini. ”Kita di daerah bekerja berdasarkan arahan pusat. Karena tidak ada arahan untuk menghentikan, maka kita lanjutkan,” katanya.(MARTUNAS-ANDRI)

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here