209 Mahasiswa Baru Stisipol Mengikuti Pra Ospek

0
244
MAHASISWA baru Stisipol mengikuti pra Ospek. f-istimewa

TANJUNGPINANG – Sebanyak 209 calon mahasiswa-mahasiswi Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Stisipol) Raja Haji Tanjungpinang mengikuti kegiatan pra masa Orientasi Studi dan Pengenalan Kampus (Ospek).

Ospek dan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) tahun akademik 2019/2020 dilaksanakan di ruang 2 Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang pada, Jumat (6/9).

Dari 209 mahasiswa baru itu tergabung semua dari 3 program studi (Prodi) yang ada di Kampus Stisipol Raja Haji Tanjungpinang. Dengan rincian 76 dari Prodi Administrasi Publik, 72 dari Prodi Ilmu Pemerintahan dan 62 dari Prodi Sosiologi.

Dari jumlah peserta yang ikut PKKMB tersebut terdapat 15 orang mahasiswa lama yang belum mengikuti PKKMB tahun sebelumnya. Karena PKKMB ini merupakan kewajiban setiap mahasiswa.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan peserta PKKMB ini yaitu checking peserta, foto untuk Kartu Tanda Mahasiswa (KTM), pembagian kelompok dan penyampaian jadwal hadir saat PKKMB dan seragam yang digunakan.

Setiap kelompok dipimpin oleh 1 mentor dari mahasiswa Stisipol sebagai panitia PKKMB. Selain pembagian kelompok, peserta PKKMB juga disampaikan perlengkapan yang akan dibawa saat PKKMB yang akan dimulai pada Sabtu (7/9) dan dibagikan baju bagi setiap peserta.

Saat sorenya sebelum pulang ke rumah masing-masing semua peserta melaksanakan gladi upacara pembukaan di halaman Kampus Stisipol.

Kegiatan PKKMB TA 2019/2020 Stisipol Raja Haji akan berlangsung selama 2 hari ke depan yaitu, Sabtu (7/9) sampai Minggu (8/9).

Sekedar diketahui, nama besar pahlawan kebanggaan Tanah Melayu Riau yakni Raja Haji Fisabilillah, telah membangkitkan semangat anak negeri untuk meneladani nilai-nilai perjuangannya dalam wujud pengembangan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan. Sebab hanya melalui pendidikan bangsa ini dapat mencapai kemajuan dan mampu bersaing dengan bangsa-bangsa lain.

Semangat untuk mengembangkan aspek pendidikan dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia Indonesia, khususnya anak Melayu, diaktualisasikan dalam aksi bukan hanya orasi, tapi dengan mendirikan Yayasan Raja Haji Fisabilillah oleh tokoh-tokoh masyarakat Kepri pada tanggal 12 Agustus 1998. (abh)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here